Puluhan Lapak di Pasar Sandang Tegal Gubug Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kebakaran melanda Pasar Sandang Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (28/7/2026). Si jago merah berkobar hebat dan melalap puluhan lapak pedagang yang berada di kawasan Blok III As-Syafi’iyah, RT 02 RW 05, Jalan Bypass Cirebon–Jakarta. 

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan, kebakaran itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan pasar sekitar pukul 13.30 WIB. Api awalnya diduga berasal dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik di area Blok G bagian depan sebelah barat. Api kemudian menjalar ke arah Timur. 

Baca Juga
  • PNS di Cirebon Bunuh Tetangga demi Kuasai Perhiasan Emas Korban Senilai Rp29 Juta
  • Dalam Sehari 2 Kebakaran Terjadi di Kabupaten Cirebon, Ponpes Al-Anwariyah dan Kandang Kambing Warga
  • Ponpes Al-Anwariyah Cirebon Kebakaran, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Rambatan dari konsleting listrik saat kebakaran juga menimbulkan percikan api di salah satu lapak yang berada di Blok H. Warga bersama sekuriti setempat sempat bergotong-royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kencangnya angin dan material bangunan yang mudah terbakar justru membuat api kian membesar. 

Melihat situasi yang tak lagi terkendali, sekuriti segera melapor ke Polsek Arjawinangun, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon. “Tim Regu Sektor Arjawinangun langsung meluncur ke lokasi setelah menerima laporan tersebut,” ujar Eno.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah membumbung tinggi dan mengancam deretan lapak lainnya. Mengingat besarnya potensi penjalaran serta ketersediaan air yang terbatas, Komandan Sektor Arjawinangun dengan cepat meminta bantuan armada tambahan dari Sektor Palimanan, Weru, dan Sumber.

Sebanyak empat unit mobil pancar pun dikerahkan untuk memadamkan titik api. Namun, para petugas di lapangan terkendala akses jalan menuju titik lokasi yang sempit, tidak adanya hidran di sekitar pasar, hingga kerumunan warga yang memadati area kejadian.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Melihat kreativitas siswa Sekolah Rakyat dalam JFC
• 5 jam lalu
0
thumb
Menaker sebut Rp5,9 triliun disiapkan untuk MagangHub-pelatihan vokasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Pramono Respons Usulan Bahlil soal Bus Hidrogen
• 2 jam lalu
0
thumb
101 Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar di Klaten, Kerugian Rp 3 M
• 13 jam lalu
0
thumb
Picu Peringatan Tsunami, Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang Barat Baya
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.