LVMH Bangkit Lagi, Bisnis Fashion Mewah Mulai Comeback Setelah Dua Tahun Lesu

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Industri fashion mewah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. LVMH, salah satu raksasa barang mewah dunia, berhasil mencatat pertumbuhan penjualan di bisnis fashion dan tas tangan untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.

Dikutip dari Channel News Asia, Divisi fashion dan barang kulit LVMH mencatat pendapatan sebesar €8,9 miliar atau sekitar US$10,12 miliar pada kuartal II 2026. Angka tersebut naik 1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sekaligus mengakhiri tren penurunan selama tujuh kuartal berturut-turut.

Baca juga: Tren Retail Berubah, H&M Tutup Ratusan Toko

Kinerja positif ini didorong oleh penjualan yang kuat di Amerika Serikat serta mulai pulihnya permintaan terhadap merek Dior setelah kehadiran direktur kreatif baru, Jonathan Anderson.

Dua brand utama LVMH, yaitu Louis Vuitton dan Dior, sama-sama mencatat pertumbuhan penjualan. Louis Vuitton tumbuh sejalan dengan performa bisnis grup, sementara Dior mencatat pertumbuhan sedikit lebih tinggi.

Kehadiran koleksi baru Jonathan Anderson disebut mulai menarik perhatian konsumen, terutama pada produk tas tangan dan pakaian siap pakai Dior. Langkah ini menjadi penting karena Dior sedang menghadapi persaingan ketat dengan merek mewah lain seperti Chanel.

Kepala Keuangan LVMH Cecile Cabanis mengatakan, peningkatan penjualan Dior di Amerika Serikat dan Jepang hingga dua digit menunjukkan bahwa pasar barang mewah belum menjadi persaingan “saling mengambil pelanggan” antarbrand.

“Ketika kekayaan meningkat, minat terhadap barang mewah juga ikut tumbuh,” ujar Cabanis.

Menurutnya, pertumbuhan pasar saham di Amerika Serikat dan Korea Selatan yang terdorong oleh tren kecerdasan buatan (AI) ikut menciptakan sentimen positif bagi konsumsi barang premium.

Secara keseluruhan, pendapatan LVMH naik 3 persen secara organik menjadi €19,5 miliar pada kuartal II 2026. Meski laba operasional semester pertama turun 4 persen menjadi €8,7 miliar akibat faktor nilai tukar, margin operasi tetap stabil di level 22,5 persen.

Selain fashion, beberapa lini bisnis LVMH juga menunjukkan pemulihan. Penjualan perhiasan dan jam tangan tumbuh 11 persen berkat performa Tiffany dan Bvlgari.

Sektor minuman beralkohol yang sebelumnya menjadi salah satu bisnis yang melemah juga mulai membaik dengan pertumbuhan penjualan 5 persen, didorong oleh meningkatnya permintaan sampanye dan rosé.

Namun, tantangan masih ada. Konflik di Timur Tengah membuat pertumbuhan penjualan LVMH berkurang sekitar satu poin persentase karena pemulihan jumlah wisatawan ke pusat belanja di kawasan Teluk berjalan lebih lambat.

Dengan tren konsumsi premium yang mulai pulih, LVMH melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama jika ekonomi global tetap mendukung daya beli konsumen kelas atas.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepala BGN: Program MBG Akan Segera Dipercepat di Daerah-Daerah Stunting Tinggi
• 2 jam lalu
0
thumb
Korupsi Bea Cukai, Alasan "Dana Operasional", dan Tantangan Anggaran
• 7 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Batasi Bertemu Mitra MBG di Ruangannya: Kalau Saya Terima Jadi Fitnah
• 1 jam lalu
0
thumb
Ibu di Lampung Melahirkan di Mobil Saat Dibawa ke Puskesmas
• 13 jam lalu
0
thumb
AHY hingga Bahlil Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Ada Apa?
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.