Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC. Isi pertemuan tertutup keduanya memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/7/2026), pembicaraan yang digambarkan Gedung Putih sebagai "positif dan produktif" itu berlangsung selama sekitar satu setengah jam.
Netanyahu mengatakan bahwa ia telah melakukan pertemuan "luar biasa" dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Pertemuan itu menandai pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak perang dengan Iran dimulai pada akhir Februari.
"Saya baru saja menyelesaikan pertemuan yang sangat baik dengan Presiden Trump," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video.
Netanyahu menambahkan bahwa pertemuan dengan Trump itu membahas keinginan kedua negara menjamin Iran tak memiliki senjata nuklir.
"(Membahas) tujuan bersama kita: memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir," kata dia.
Dia menyebut dialog dengan Trump di Gedung Putih merupakan percakapan terbaik keduanya.
"Itu adalah salah satu percakapan terbaik yang pernah saya lakukan dengan Presiden Amerika Serikat, teman kita Donald Trump," ujarnya.
Diketahui, Netanyahu mengunjungi Gedung Putih pada hari Selasa untuk pembicaraan tatap muka pertamanya dengan Presiden Donald Trump sejak perang Iran dimulai, karena para pemimpin berusaha untuk memperbaiki perbedaan pendapat publik tentang konflik tersebut.
Hubungan antara Trump dan Netanyahu sempat mencapai titik terendah pada bulan April selama negosiasi gencatan senjata dengan Iran. Trump melontarkan cercaan yang penuh kata-kata kasar terhadap sekutunya dari Israel.
Trump kemudian menggambarkan Netanyahu dalam sebuah wawancara sebagai "orang yang sangat sulit."
(fca/fca)






Komentar (0)