KSOP Priok dukung JICT percepat transformasi “green port”

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok mendukung penuh langkah PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dalam mempercepat transformasi operasional menuju pelabuhan ramah lingkungan (green port) melalui elektrifikasi peralatan pelabuhan.

Dukungan itu ditunjukkan melalui kunjungan kerja Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto bersama Direktur Operasi dan Teknik JICT Doni Budiono ke SANY Port Machinery Industrial Park di Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, kunjungan ini bertujuan melakukan uji tuntas teknis (technical due diligence), uji penerimaan pabrik (factory acceptance test), serta mengevaluasi kesiapan manufaktur pengadaan lima unit derek peti kemas bertenaga listrik (Electric Rubber Tyred Gantry Crane) dan 10 unit truk terminal listrik (Electric Terminal Truck).

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto menegaskan bahwa modernisasi sektor kepelabuhanan harus mampu menjawab tantangan lonjakan arus logistik nasional tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.

"Kami memandang inisiatif JICT dalam mengadopsi teknologi berbasis listrik sebagai langkah positif yang sejalan dengan arah modernisasi sektor kepelabuhanan nasional. Peran KSOP adalah memastikan setiap transformasi tersebut memenuhi aspek keselamatan, kepatuhan, dan tata kelola yang baik, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung daya saing logistik Indonesia," kata Heru.

Baca juga: JICT dukung percepat penyelesaian "longstay" demi logistik efisien

Menurut dia, sinergi yang kokoh antara pihak regulator, operator pelabuhan, dan penyedia teknologi menjadi kunci utama dalam mempercepat modernisasi pelabuhan nasional agar semakin berdaya saing di tingkat regional maupun global.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi dan Teknik JICT Doni Budiono menjelaskan bahwa peremajaan serta modernisasi armada operasional ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk bertransformasi menjadi terminal energi hijau yang berkelanjutan.

Doni mengatakan pengadaan derek peti kemas listrik dan truk terminal listrik yang memanfaatkan teknologi stasiun penukaran baterai (battery swap station) bukan sekadar investasi peralatan, melainkan bagian dari transformasi operasional JICT menuju terminal yang lebih produktif, lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan.

"Kami ingin memastikan setiap investasi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, meningkatkan produktivitas layanan operasional terminal, dan mendukung agenda penurunan emisi karbon (dekarbonisasi) sektor kepelabuhanan Indonesia," ujarnya.

Langkah strategis Indonesia ini juga mendapat apresiasi tinggi dari pihak manufaktur. Wakil Presiden SANY Group Guoyuan Zhou menyampaikan rasa hormatnya atas kunjungan delegasi Indonesia sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan JICT melalui penyediaan teknologi elektrifikasi serta digitalisasi yang mutakhir.

Baca juga: KSOP Tanjung Priok dan JICT percepat pelayanan

Baca juga: JICT segera tindaklanjuti temuan minor keselamatan kerja


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bukan Sekadar Belanja: Strategi Senayan City Menaklukkan Hati Pengunjung Gen Z
• 18 jam lalu
0
thumb
Motor NMax Tercebur ke Kali Mookervart Jakbar, Pengemudi Diduga Hilang Kendali
• 14 jam lalu
0
thumb
KBS Mencari Direksi Baru, DPRD: Mampu Jalankan Bisnis dan Sejahterakan Satwa
• 21 jam lalu
0
thumb
Program TEP 2026 Gandeng Generasi Muda Bangun Kawasan Transmigrasi di Papua
• 13 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan di Prancis Berpotensi Meluas akibat Gelombang Panas, 4.000 Orang Dievakuasi
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.