JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengaku menawari anak terduga pencuri ayam yang dikeroyok hingga tewas di Kabupaten Tabanan, Bali, masuk ke Sekolah Rakyat.
Dia menyebut keluarga korban pengeroyokan berinisial KD tersebut sesuai dengan kriteria Sekolah Rakyat.
Saifullah telah mengunjungi rumah keluarga korban setelah insiden pengeroyokan pada Jumat (24/7/2026) lalu. Mensos mengaku telah melihat kondisi objektif keluarga korban dan akan memberikan bantuan.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PBNU itu menyebut dirinya telah berdialog dengan keluarga korban. Namun, pembicaraan tidak sampai pada pemberian bantuan karena Kementerian Sosial menghormati masa berduka keluarga.
Baca Juga: Kasus Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok di Bali, Polisi Tetapkan 5 Tersangka
"Kita juga tawarkan kalau misalnya berkenan bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Karena memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," kata Saifullah di Jakarta, Selasa (28/7/2026), dilaporkan jurnalis KompasTV, Renata Panggalo.
"Kita masih menunggu suasana duka. Nanti akan dialog lagi. Pada prinsipnya kami ingin memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut."
Selain menawari anak korban masuk Sekolah Rakyat, Saifullah menyebut Kementerian Sosial akan memberikan pendampingan psikososial. Menurutnya, keluarga KD termasuk dalam kategori Desil 2 atau masyarakat miskin.
Saifullah mengatakan pihaknya akan mempelajari profil keluarga korban dan memutakhirkan data dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- anak terduga pencuri ayam
- pencuri ayam tewas dikeroyok
- saifullah yusuf
- sekolah rakyat
- pencuri ayam di bali
- pencuri ayam






Komentar (0)