REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat sinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku untuk meningkatkan pengawasan orang asing di wilayah perbatasan dan kepulauan. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi potensi kejahatan lintas negara yang dapat mengancam kedaulatan dan keamanan wilayah.
Pertemuan antara Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto dan Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku Gindo Ginting berlangsung di Mapolda Maluku, Ambon, Selasa. Kedua pimpinan sepakat bahwa posisi geografis Maluku yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menuntut pengawasan ketat terhadap lalu lintas orang maupun barang.
"Kami berharap kerja sama yang selama ini terjalin dapat terus diperkuat sehingga pengawasan terhadap lalu lintas orang asing maupun barang dari negara tetangga dapat dilakukan secara lebih efektif," ujar Irjen Pol. Dadang Hartanto.
Antisipasi Ancaman Kejahatan Transnasional
Menurut Kapolda, sinergi antara kepolisian dan imigrasi merupakan langkah krusial untuk menghadapi berbagai ancaman. Ancaman tersebut meliputi masuknya orang asing secara ilegal, penyelundupan barang, tindak pidana lintas negara, hingga kejahatan transnasional seperti perdagangan orang dan peredaran narkotika.
Polda Maluku berkomitmen untuk terus membuka ruang koordinasi dengan jajaran Imigrasi. Hal ini bertujuan agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, menegaskan bahwa penguatan koordinasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan wilayah. “Sinergi antara Polri dan Imigrasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya menghadapi ancaman kejahatan transnasional seperti penyelundupan, perdagangan orang, peredaran narkotika, hingga pelanggaran keimigrasian," ucapnya.
Dukungan Pengamanan Proyek Strategis Blok Masela
Di sisi lain, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), khususnya Polda Maluku. Pihaknya juga tengah menyiapkan penguatan pengawasan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Kawasan tersebut menjadi lokasi pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela. "Kehadiran personel Imigrasi di kawasan Tanimbar merupakan bagian dari upaya mendukung aktivitas investasi strategis di Blok Masela sekaligus memastikan seluruh aktivitas orang asing berlangsung sesuai ketentuan," kata Gindo.
Gindo menjelaskan bahwa jaringan kerja Imigrasi telah menjangkau seluruh 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Dengan cakupan yang luas ini, informasi mengenai keberadaan orang asing maupun potensi pelanggaran keimigrasian dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi.
Kombes Pol. Rositah Umasugi menambahkan, Polda Maluku akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan dan investasi strategis di kawasan timur Indonesia.
Komentar (0)