VIVA – Seorang pria berinisial KD menjadi korban pengeroyokan warga di Tabanan, Bali setelah diduga hendak mencuri ayam.
Insiden ini terjadi di wilayah Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Polres Tabanan, Bali telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus pengeroyokan tersebut. Kelima tersangka masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.
Istri KD, Putu Dewi Suryantini mengaku tidak menyangka suaminya telah meninggal dunia. Dirinya mengatakan keluarganya mengalami himpitan ekonomi.
Diduga alasan pria tersebut nekat mencuri ayam karena himpitan ekonomi untuk membayar sekolah kedua anak.
Putu Dewi mengatakan suaminya telah 3 hari tidak pulang ke rumah untuk mencari uang serta pinjaman demi mencukupi ekonomi keluarga.
“Karena terbentur biaya sekolah anak saya. Untuk bayar uang gedungnya. Pagi sudah bilang saya cariin di sini. Sama pak ini, mbak ini. Tapi baru dapat kabar sudah meninggal,” ungkap Putu Dewi Suryantini pada program Kabar Petang, tvOne.
- Gemini AI
Namun tak terlepas dari kasus ini, Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati menerangkan saat ini polisi tengah menangani dua perkara sekaligus.
Polsek Baturiti tengah menangani tindak pidana pencurian serta dugaan tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional oleh Polres Tabanan dengan dukungan Ditreskrimum Polda Bali,” ujar AKBP I Putu Bayu Pati dalam keterangan tertulisnya, pada Senin (27/7/2026).
Polisi Lakukan EkshumasiPolres Tabanan kembali membongkar makam korban berinisial KD, dengan disaksikan pihak keluarga dan masyarakat desa dilakukan di Kuburan Desa Adat Sidetapa, Buleleng, pada Senin (27/7/2026) siang.
AKBP I Putu Bayu Pati menerangkan bahwa ekshumasi atau penggalian kembali jenazah dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan kasus.
“Tujuan utama ekshumasi adalah mengidentifikasi identitas mayat, mencari penyebab pasti kematian, serta mengumpulkan tanda-tanda kekerasan demi kepentingan penegakan keadilan hukum,” katanya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, ekshumasi ini dapat memperkuat konstruksi perkara yang saat ini masih didalami penyidik.





Komentar (0)