-
-
-
-
-
Belum genap satu minggu menjabat, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru yaitu Sudaryono dikabarkan sudah menutup 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan tanpa alasan, penutupan ratusan dapur MBG ini lantaran bagian dari reformasi program prioritas pemerintah Indonesia. Selain itu, hal ini dilakukan menyusul temuan Kejaksaan Agung dalam perkara korupsi yang melibatkan sejumlah pimpinan BGN. Meski begitu, Sudaryono mengatakan bahwa penutupan dapur MBG ini, berbeda dengan upaya serupa yang telah dilakukan.
"Misalnya dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar, kalau ini sudah suspend, tutup, tidak dibayar," kata Sudaryono, dalam konferensi pers pada Senin (27/7).
Dijelaskan bahwa dapur MBG yang ditutup ada sebanyak 98 berada di Wilayah 1 atau Sumatera, kemudian 311 di wilayah Jawa dan Madura, serta 434 di Wilayah 3. Penutupan ini lantaran adanya suspend pelanggaran yang dilakukan oleh SPPG di lokasi tersebut.
"Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran," imbuh Sudaryono.
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono mengatakan bahwa BGN juga telah memberhentikan 261 pegawai yang terdiri dario 224 pegawai yang tidak berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 37 tenaga ahli.
"Pegawai non-ASN ini diberhentikan salah satu dan paling besar adalah karena diduga adanya pelanggaran, tidak disiplin, dan lain-lain," jelasnya.
Sementara itu, Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN oleh Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026 lalu. Sebelumnya, Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, namun ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Naniek S Deyang yang mengundurkan diri. (ND)






Komentar (0)