Kejar Kewarganegaraan Asing, Warga Tiongkok Sewa ‘Ayah Palsu’ di Thailand, Banyak Pelaku Dibekuk

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Sejak pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Xi Jinping, berkuasa, semakin banyak warga Tiongkok memilih bermigrasi ke luar negeri. Tujuan emigrasi mereka pun tidak lagi terbatas pada negara-negara Barat di Eropa dan Amerika, tetapi juga meluas ke negara-negara kecil di Asia Tenggara.

EtIndonesia.com Baru-baru ini, polisi Thailand mengungkap jaringan pemalsuan kewarganegaraan lintas negara berskala besar. Dalam kasus tersebut, sejumlah warga Tiongkok diduga membeli jasa “ayah palsu” berkewarganegaraan Thailand agar anak-anak mereka bisa memperoleh kewarganegaraan Thailand. Sejumlah tersangka telah ditangkap.

Menurut laporan Bangkok Post, Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Jenderal Polisi Samran Nualma, pada 25 Juli mengonfirmasi bahwa polisi berhasil membongkar jaringan kriminal yang melibatkan delapan rumah sakit swasta. Jaringan itu diduga menerbitkan akta kelahiran palsu bagi hampir 1.500 anak warga negara asing, serta merekrut pria berkewarganegaraan Thailand untuk berpura-pura menjadi ayah biologis mereka, sehingga anak-anak tersebut dapat memperoleh kewarganegaraan Thailand secara ilegal.

Dalam operasi selama 16 hari, polisi telah menangkap 37 orang, termasuk 19 warga negara Tiongkok.

Operasi penindakan berlangsung sejak 9 hingga 24 Juli. Berdasarkan hasil penyelidikan, sebanyak 1.483 anak diduga berhasil memperoleh kewarganegaraan Thailand melalui praktik ilegal yang melibatkan delapan rumah sakit swasta tersebut.

Sejauh ini, polisi telah memastikan 22 anak memperoleh kewarganegaraan Thailand dengan cara membeli jasa “ayah palsu”. Sebanyak 37 tersangka telah ditangkap, terdiri atas:

Menurut laporan tersebut, polisi baru-baru ini kembali menangkap empat tersangka, yakni dua pria Thailand yang berperan sebagai “ayah palsu”, masing-masing bermarga Mong dan Wor, serta sepasang suami istri warga negara Tiongkok.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pasangan asal Tiongkok itu ingin agar kedua anak mereka memperoleh kewarganegaraan Thailand. Meski sama sekali tidak mengenal kedua pria Thailand tersebut, mereka membayar Mong dan Wor untuk berpura-pura menjadi ayah kandung anak-anak mereka.

Setelah menerima bayaran, kedua pria Thailand itu menyerahkan dokumen identitas pribadinya dan mengajukan pengakuan palsu kepada pemerintah Thailand sebagai ayah biologis dari anak-anak tersebut.

Namun, dalam penyelidikan lanjutan, polisi berhasil mengungkap praktik tersebut setelah mengumpulkan rekam medis, surat keterangan kelahiran, serta melakukan uji DNA terhadap orang tua dan anak-anak yang bersangkutan.

Polisi menyatakan para tersangka telah didakwa dengan berbagai tindak pidana, termasuk memperoleh kewarganegaraan Thailand secara ilegal.

Saat ini, seluruh anak yang diketahui memperoleh kewarganegaraan Thailand melalui modus penipuan tersebut telah dicabut status kewarganegaraannya. Sementara itu, Biro Imigrasi Thailand juga telah turun tangan dan bersiap mengambil langkah hukum terhadap seluruh warga negara asing yang terlibat.

Wali Kota Bangkok, Chadchart Sittipunt, pada 23 Juli menyatakan bahwa pemerintah kota telah memecat seorang pegawai negeri yang diduga terlibat dalam kasus itu. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Barang-barang Subsidi yang Disebut Kepala BGN Dilarang untuk Dapur MBG
• 14 jam lalu
0
thumb
Terbang ke AS, Pesawat Netanyahu Lintasi Negara-negara ICC
• 12 jam lalu
0
thumb
IHSG Sesi I Turun 0,04%, Saham ENRG dan DSSA Rontok Saat ransaksi BEI Rp 5,22 T
• 9 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah di Atas Rp18.000, Pasar Masih Respon Negatif Pengunduran Diri Perry Warjiyo
• 12 jam lalu
0
thumb
Jadwal Siaran Langsung Aston Villa Vs Indonesia All Stars, Kick-off 1 Agustus 2026 di SUGBK
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.