Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7/2026). Ia mengatakan pertemuan tersebut merupakan rapat terbatas (ratas) yang membahas upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Advertisement
"Ya, saya dihubungi tadi pagi, kita akan ada ratas khusus tentang Karhutla ya, kebakaran hutan dan lahan," kata Raja Juli kepada wartawan sebelum rapat.
Raja Juli mengatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan terjadi pada 2026, lebih cepat dari siklus yang semestinya.
Kondisi tersebut diperkirakan memicu musim kemarau dan kekeringan lebih awal sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu segera diantisipasi.
"Jadi kekeringannya datang lebih cepat ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu harus ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden yang justru apa namanya mengantisipasi ini, mengundang kami," ujarnya.
Raja Juli menekankan bahaya Karhutla untuk kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional. Mulai dari, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga berhentinya pusat-pusat perekonomian.
"Jita tahu ya Karhutla ini akibatnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi bandara tutup misalkan dulu ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi Karhutla ini," tutur dia.





Komentar (0)