REPUBLIKA.CO.ID, MUSKAT – Oman telah mengajukan usulan kepada Iran mengenai mekanisme regional bersama untuk mengelola Selat Hormuz dengan sistem iuran sukarela. Usulan ini muncul di sela upaya Oman dan Iran mengadakan beberapa putaran pembicaraan di Teheran pada hari Jumat dan Sabtu.
Berdasarkan usulan Oman yang mendapat dukungan regional tersebut, Iran tidak akan sendirian memegang kendali tunggal atas jalur perairan vital itu, ungkap seorang sumber dari kawasan Teluk yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters.
Baca Juga
Lewat Konferensi, AS dan Inggris akan Galang Dukungan Internasional Amankan Selat Hormuz
Houthi Rudal Kapal Saudi, IRGC Tutup Hormuz, Harga Minyak Lampaui 100 Dolar AS
Iran Tegaskan Selat Hormuz Ditutup Hingga AS Terima Syarat-Syarat Teheran
Usulan ini mengacu pada model pengelolaan Selat Malaka, di mana para pengguna selat memberikan kontribusi sukarela untuk mendanai layanan navigasi, perlindungan lingkungan, serta operasi pencarian dan penyelamatan.
Amerika Serikat secara mendadak menangguhkan kampanye serangan udara terhadap Iran pada akhir pekan lalu, sehingga memunculkan harapan akan adanya solusi diplomatik yang memungkinkan aktivitas pelayaran kembali berjalan di Selat Hormuz—jalur yang sebelumnya menyalurkan seperlima pasokan energi global sebelum terjadinya konflik antara AS-Israel dan Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pihak Oman mengusulkan pembentukan konsorsium regional yang melibatkan Iran dan negara-negara Teluk. Konsorsium ini akan mengelola lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz dengan menyediakan "pengamanan" bagi kapal-kapal yang hendak melintas.
Oman mengusulkan agar selat tersebut bebas biaya tol; namun, hal itu tidak serta-merta berarti kapal-kapal tidak akan membayar biaya apa pun. Mereka telah merancang sebuah model di mana kapal-kapal yang melintas akan membayar "biaya layanan sukarela" guna menjamin perlindungan lingkungan.
Peta baru Selat Hormuz yang dirilis IRGC, Senin (4/5/2026). - (Tangkapan layar X)
Saat ini, Oman mengusulkan tiga jalur untuk lalu lintas maritim: satu jalur yang melintasi perairan wilayah Iran, satu jalur internasional, dan satu jalur yang melintasi perairan wilayah Oman.
Jika usulan ini disepakati, Iran akan bertanggung jawab atas pembersihan ranjau, khususnya di jalur internasional. Akan tetapi, tim negosiasi teknis belum merampungkan kesepakatan mengenai hal ini.
Terlepas dari pernyataan publik yang ada, sumber-sumber kami menyebutkan bahwa Iran menunjukkan sikap yang lebih fleksibel.
Komentar (0)