Kemenhut Pulihkan 352 Hektare Mangrove di Suaka Margasatwa Karang Gading

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

LANGKAT, DISWAY.ID - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama para mitra terus mempercepat pemulihan ekosistem mangrove di Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut, Sumatera Utara.

Hingga akhir 2025, sebanyak 352,2 hektare kawasan berhasil dipulihkan melalui penanaman mangrove sebagai bagian dari kerja sama Indonesia-Jerman melalui Forest Programme VI yang didukung KfW.

SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut merupakan satu-satunya kawasan konservasi mangrove di Sumatera Utara dengan luas mencapai 14.827 hektare.

BACA JUGA:Kemenhut Gandeng Warga Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kawasan ini menjadi habitat penting bagi berbagai satwa dilindungi, seperti tuntong laut (Batagur borneoensis), lumba-lumba, lutung kelabu, elang bondol, elang laut, serta berbagai jenis burung migran.

Selain memiliki nilai konservasi tinggi, ekosistem mangrove di kawasan ini juga berperan melindungi masyarakat pesisir dari abrasi dan banjir sekaligus menjadi penopang mata pencaharian nelayan.

Namun, kawasan tersebut telah lama mengalami degradasi akibat perambahan, alih fungsi lahan menjadi tambak, perkebunan sawit, hingga permukiman.

BACA JUGA:Kemenhut Cetak Generasi Pelestari Hutan dengan Revitalisasi Saka Wanabakti

Berdasarkan data tahun 2022, sekitar 3.385 hektare atau 22,83 persen kawasan masih membutuhkan pemulihan.

Sejak 2023, Kemenhut melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Pemerintah Jerman menjalankan berbagai program rehabilitasi, mulai dari penanaman mangrove, patroli kawasan menggunakan SMART Patrol, pemantauan habitat tuntong laut, hingga edukasi dan penguatan komitmen masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi.

Pada 2024, kegiatan pemulihan meliputi penanaman mangrove seluas 150 hektare, pembibitan 360 ribu bibit mangrove, pembongkaran tambak ilegal seluas sekitar 50 hektare, serta penumbangan lebih dari 5.100 batang sawit di lahan seluas 41 hektare.

BACA JUGA:Kemenhut Gandeng YKAN, Strategi Baru Diluncurkan Selamatkan Hutan Indonesia

Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan pembibitan lebih dari 1,13 juta bibit mangrove, penanaman mangrove di lahan bekas sawit dan tambak seluas 202,2 hektare, serta penumbangan 10.125 batang sawit di area seluas 81 hektare.

Keberhasilan rehabilitasi ini juga didukung oleh 19 kelompok masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan.

Mereka terlibat aktif dalam pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pengawasan kawasan sehingga memperkuat model konservasi berbasis masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Update Kasus Bentrok Jalan Tambak Menteng, 7 Tersangka Ditetapkan-Temuan CCTV
• 23 jam lalu
0
thumb
Desak Made tak Terbebani Target Emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
• 18 jam lalu
0
thumb
Keterangan Garuda Indonesia Dalam Gugatan Pesawat Delay di MK
• 9 jam lalu
0
thumb
Seusai Resmikan Monumen, Megawati Pimpin Prosesi Tabur Bunga untuk Korban Kudatuli
• 23 jam lalu
0
thumb
Aturan Komisi Ojol 8% Masih Punya Celah, Garda Soroti Tarif dan Biaya Langganan
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.