REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atlet panjat tebing disiplin speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi, mengaku tidak terbebani target medali emas pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada 19 September sampai dengan 4 Oktober.
"Saya tidak terbebani target dan tidak ada intensitas latihan mandiri juga," kata Desak di tempat pelatnas panjat tebing Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2026).
Baca Juga
Sambut Kedatangan Timnas Panjat Tebing Indonesia, Pemerintah Berkomitmen Dukung Perjuangan Atlet
Empat Medali di Krakow Jadi Modal Indonesia Bidik Emas Panjat Tebing Asian Games 2026
Desak Made Raih Emas di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing
Dia menegaskan tidak merasakan beban tambahan meski menyandang status atlet putri peringkat satu dunia disiplin speed putri World Climbing.
Menurut dia, status tersebut tidak mengubah pendekatan dalam menjalani persiapan menuju pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Peraih berbagai gelar internasional itu menjelaskan seluruh program latihan masih dijalankan sesuai arahan pelatih tanpa menambah porsi latihan secara mandiri di luar jadwal yang telah ditetapkan.
Dia menilai kedisiplinan mengikuti program menjadi kunci menjaga performa dan menghindari risiko cedera menjelang pertandingan.
Selain menjalani latihan secara disiplin, atlet asal Bali itu juga memprioritaskan pemeliharaan kondisi fisik agar tetap prima selama masa persiapan hingga perlombaan.
Menurut dia, kesehatan menjadi faktor penting untuk mendukung pencapaian performa maksimal saat berlaga.
Terkait dukungan keluarga, dia mengaku mendapatkan banyak doa dari teman dan keluarga guna berjuang di Jepang nanti.
"Kalau dari keluarga selalu mendoakan yang terbaik, tidak ada tuntutan apapun, mereka selalu bicara tentang menikmati semua prosesnya dan mereka yakin kalau saya pasti bisa," kata atlet berusia 25 tahun itu.
Desak menambahkan dukungan Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) juga diberikan tanpa memberikan tekanan target medali.
Dia menyebut seluruh fasilitas latihan yang dibutuhkan atlet telah tersedia, mulai dari pusat kebugaran hingga dinding panjat yang lengkap sehingga para atlet hanya perlu memaksimalkan persiapan untuk menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.
Komentar (0)