Ringkasan Berita
- Pemkab Kediri berencana membuka kembali Wisata Air Panas Gunung Kelud yang tutup sejak erupsi tahun 2014.
- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah melakukan survei untuk mengkaji potensi dan kesiapan destinasi.
- Faktor keamanan jalur menuju lokasi menjadi prioritas sebelum wisata dibuka kembali.
- Pembukaan kembali wisata air panas diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkrak PAD Kabupaten Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Wisata Air Panas Gunung Kelud berpeluang kembali menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tengah mematangkan rencana pembukaan kembali objek wisata tersebut setelah lama ditutup sejak erupsi Gunung Kelud pada 2014.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pariwisata berbasis alam. Setelah memperpanjang jam operasional kawasan wisata Besuki di Gunung Wilis pada 2026, kini perhatian diarahkan pada pengembangan potensi wisata di kawasan Gunung Kelud.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan survei lapangan telah dilakukan pekan ini untuk melihat kondisi kawasan sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan wisata air panas.
Menurutnya, keberadaan sumber air panas memiliki daya tarik besar dan diyakini mampu menarik wisatawan baru maupun mendorong wisatawan lama untuk kembali berkunjung ke Gunung Kelud.
“Kita telah lakukan survei, potensinya luar biasa sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk yang pernah datang supaya tertarik datang kembali,” kata Mustika, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, seluruh potensi wisata di kawasan Gunung Kelud maupun Gunung Wilis harus terus ditata dan dimaksimalkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Dalam proses survei tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngancar serta komunitas pelaku wisata Gunung Kelud untuk memastikan rencana pembukaan kembali destinasi tersebut dapat dilakukan secara matang.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah faktor keselamatan pengunjung, khususnya terkait akses menuju lokasi sumber air panas.
Saat ini, wisatawan yang ingin mencapai lokasi harus berjalan kaki sekitar 30 menit dari area parkir baru menuju titik sumber air panas. Karena itu, pemerintah akan terlebih dahulu memastikan jalur yang akan digunakan aman dan layak dilalui.
“Kita lihat dulu mana jalur yang bisa dilalui, semoga saja pembukaan wisata air panas ini bisa segera terwujud,” ungkapnya.
Apabila rencana tersebut terealisasi, Wisata Air Panas Gunung Kelud diharapkan melengkapi beragam destinasi unggulan di kawasan Gunung Kelud sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Kediri sebagai salah satu tujuan wisata alam di Jawa Timur. Kehadiran kembali ikon wisata yang sempat berhenti beroperasi sejak erupsi 2014 itu juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. [ADV PKP/nm]





Komentar (0)