Soroti Kasus Satpam Tewas dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur, Dedi Mulyadi Kaget Minimnya CCTV: Itu Daerah Vital!

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus satpam tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) tidak hanya menggegerkan warga, tetapi juga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menyambangi keluarga Sumarna (43), satpam tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Dedi Mulyadi mendengarkan penuturan istri korban tentang saat-saat terakhir sebelum ditemukan meninggal.

Betapa kagetnya Dedi Mulyadi saat tahu ternyata Waduk Jatiluhur yang jadi lokasi satpam tewas dengan tangan terborgol ternyata tidak memiliki kamera pengawas atau CCTV dan penerangan yang memadai.

Momen ini terekam dalam unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Selasa (28/7/2026). Tampak Dedi berbincang dengan istri Sumarna.

Istri Sumarna mengaku dirinya sempat berbincang dengan suaminya sebelum berangkat kerja sif malam. Namun, tidak ada kejanggalan dalam obrolan mereka meskipun Sumarna sempat mengeluhkan capek.

“Kan beliau pulang dari sif malam itu nganterin anak saya sekolah. Sebelum berangkat kerja, sempat nyeritain. Ngobrol sama saya. Kan dia lagi main HP sambil berbaring. Saya ngingetin ‘Pak entar malem ada rapat di desa’. Kan beliau anggota linmas di desanya,” tuturnya.

“Tidak ada keluhan?” tanya Dedi Mulyadi.

“Keluhannya kayak capek gitu, berangkatnya juga agak kemaleman,” ujar istri Sumarna menambahkan.

Akan tetapi, betapa kagetnya Dedi Mulyadi saat tahu ternyata Waduk Jatiluhur, lokasi meninggalnya Sumarna, ternyata tidak memiliki CCTV dan penerangan yang memadai. Pasalnya, Waduk Jatiluhur mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk memberi pasokan listrik di Jawa dan Bali.

“CCTV ada?” tanya Dedi Mulyadi.

 

“Enggak ada CCTV, terus penerangan kurang,” jawab petugas setempat.

“Itu kan daerah vital. Bendungan, tanggul. Di tanggulnya enggak dipasang CCTV?” tanya Dedi Mulyadi dengan nada tak percaya.

“Itu kan PJT, institusi yang menghasilkan listrik. PJT masa tidak punya (CCTV dan penerangan)? Seluruh daerah strategis, daerah vital yang menyangkut keamanan Indonesia,” kata dia.

“Produksi listrik masa tidak bisa menerangi tempat dia,” ujar petugas menimpali.

Seperti diketahui, keberadaan CCTV menjadi faktor penting dalam penyelidikan kasus satpam tewas dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur.

Melansir Kompas.com pada Minggu (26/7/2026), Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa 12 orang saksi, baik dari warga maupun rekan kerja korban.

"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap peristiwa tersebut," ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Selain memeriksa saksi, kepolisian juga telah menelusuri rekaman CCTV yang berada di kawasan Perum Jasa Tirta II, lokasi tempat korban bekerja. Lebih lanjut, sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam milik korban, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," kata Made.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, polisi mengakui belum dapat memastikan penyebab kematian korban maupun mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemensos & BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid
• 8 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan yang Membuat Otak Cerdas dan Sehat
• 1 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah Lawan Mayoritas Mata Uang Global, Harga Emas Dunia Terkoreksi
• 5 jam lalu
0
thumb
Skenario Danantara di Balik Merger Garuda (GIAA) - Pelita, Bagaimana Prospeknya?
• 8 jam lalu
0
thumb
Megawati Ajak Pemuda Belajar Sejarah: RI Dibangun dengan Air Mata dan Darah
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.