Kementerian PU Optimalisasi 10 Ribu Sumur Bor Antisipasi Kekeringan saat Kemarau

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang melakukan optimalisasi terhadap 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik. Hal itu dilakukan untuk membantu daerah yang rawan kekeringan saat musim kemarau tiba.

Dengan begitu, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan produktivitas lahan pertanian dapat dijaga selama musim kemarau.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7).

Di samping itu, Dody juga menjelaskan Kementerian PU menyiapkan 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, hingga 49 mesin bor untuk siap dikerahkan ke daerah terdampak kekeringan. Upaya lain yang juga dilakukan adalah edukasi masyarakat terkait penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA).

Selain optimalisasi, percepatan pembangunan berbagai infrastruktur air seperti bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor juga terus dilakukan.

Saat ini, Kementerian PU mencatat terdapat 240 bendungan dengan total kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar m3 yang siap untuk menjaga ketersediaan air. Selain itu, terdapat pula 601 situ dan danau dengan total volume tampungan mencapai 135,59 miliar m3, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku.

100 Ribu Pompa dari Kementan

Sebelumnya, Kementerian Pertanian juga bersiap mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Untuk itu, Kementan menyiapkan 100 ribu pompa air. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, biasanya musim kemarau di Indonesia berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu, masuk musim hujan pada November.

“Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada 100 ribu lebih,” katanya di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).

Di samping tu, Kementan juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU untuk terus menjaga sistem pengairan ke sawah-sawah. Hal itu juga sudah ditindaklanjuti oleh Dirjen Lahan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto.

Ia juga menjelaskan, saat ini Ditjen LIP juga sudah melakukan pemetaan terkait beberapa daerah yang potensial mengalami kekeringan. Beberapa daerah tersebut menurutnya ada di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.

Dia juga berkoordinasi untuk merumuskan langkah tepat dalam penanganan kekeringan tersebut.

“Jadi ada beberapa titik yang memang khususnya di Pulau Jawa sudah mulai apa beberapa lokasi itu terjadi kekeringan tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hari Rabu, ya, rencananya itu kita mau rakor-rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi supaya di lapangan kita bisa lebih cepat lagi dari sekarang gerakan-gerakan kalau memang terjadi kekeringan,” ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geger Kematian Kurir Paket, Ungkap Sisi Kelam Pengiriman Ekspres
• 8 jam lalu
0
thumb
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.070 per Dolar AS pada Perdagangan Selasa Pagi
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan 7 Kejari Baru, Ini Daftarnya
• 2 jam lalu
0
thumb
AC Milan Segera Dapatkan Pemain Baru Lagi, Bintang Masa Depan Prancis Selangkah Lagi Gabung Rossoneri
• 2 jam lalu
0
thumb
Aksi Main Hakim Sendiri Disebut Mengancam Supremasi Hukum
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.