IHSG Berbalik Menguat Usai Sempat Anjlok, Investor Cermati Transisi Gubernur BI

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik ke zona hijau setelah sempat dibuka melemah pada perdagangan Selasa (28/7).

Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.47 WIB, IHSG menguat tipis 0,937 poin atau 0,02 persen ke level 6.186,721. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 6.175,198 dan sempat turun hingga menyentuh level terendah 6.146,280.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan pelaku pasar masih mencermati perkembangan transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.

"Adapun transisi kepemimpinan Bank Indonesia masih menjadi faktor utama yang dicermati investor karena pengunduran diri Gubernur BI memang sempat memicu sikap wait and see karena pasar sangat sensitif terhadap kredibilitas dan kesinambungan kebijakan moneter,” kata Nafan kepada kumparan, Selasa (28/7).

Menurut Nafan, pelibatan Danantara dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) belum menjadi sentimen utama yang menggerakkan pasar.

"KSSK Plus yang akan melibatkan Danantara saya nilai belum menjadi penggerak utama perdagangan hari ini karena selama belum diikuti rincian implementasi, kewenangan, maupun dampak terhadap tata kelola, pengaruhnya terhadap IHSG cenderung masih terbatas,” ucap Nafan.

Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Danantara bakal dilibatkan dalam rapat KSSK setelah adanya keputusan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Keterlibatan Danantara diharap Rosan membuat setiap kebijakan stabilitas sistem keuangan memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian dan dunia usaha.

Sementara itu, Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Myrdal Gunarto, menilai pergerakan pasar keuangan domestik saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan sentimen domestik.

"Pergerakan di pasar keuangan kita memang dipengaruhi oleh faktor global, ya. Karena ini momen akhir bulan, investor juga, terutama yang asing,” jelas Gunarto.

Menurutnya, investor asing memanfaatkan momentum untuk merealisasikan keuntungan setelah IHSG mencatat tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

"Sudah beberapa periode terakhir, kan, mereka menikmati IHSG kita yang trennya meningkat, nah sekarang menjadi momentum mereka untuk profit taking,” ujar dia.

Selain aksi ambil untung, investor juga mengantisipasi hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung Kamis (30/7) ini.

Di sisi lain, harga minyak dunia yang masih tinggi juga menjadi perhatian pelaku pasar. Gunarto menjelaskan kombinasi ketiga faktor tersebut menekan pergerakan IHSG pada awal perdagangan.

Gunarto juga menyoroti pergerakan rupiah yang dipengaruhi meningkatnya permintaan dolar AS menjelang akhir bulan, terutama dari importir.

"Nah kalau untuk rupiah, kenapa rupiah kita lihat trennya memang agak naik, ya, ini karena memang ada kebutuhan akhir bulan yang tinggi, terutama untuk importir,” tutur Gunarto

Menurutnya, kenaikan harga minyak pada Juli dibandingkan bulan sebelumnya membuat kebutuhan valas importir energi meningkat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Deretan Fakta Menarik Spanyol yang Perlu Kamu Tahu
• 2 jam lalu
0
thumb
BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026
• 18 menit lalu
0
thumb
Khofifah: Kepemimpinan Perempuan Harus Melahirkan Kebijakan Inklusif yang Berdampak Nyata
• 7 jam lalu
0
thumb
Apa yang Terjadi di Balik  Pengunduran Diri Gubernur BI?
• 9 jam lalu
0
thumb
Proyek Buzzer Sebar Hoax Terima Bayaran Ratusan Juta, Siapa yang Pesan?
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.