Timur Tengah Memanas! Drone Irak Hantam Arab Saudi, PM Ali Al Zaidi Minta Investigasi

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perdana Menteri (PM) Irak Ali Al Zaidi memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas serangan drone yang menargetkan Arab Saudi dan diduga diluncurkan dari wilayah Irak. Pemerintah menegaskan akan membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses hukum apabila terbukti terlibat.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Irak menyebut tengah menelaah bukti serta informasi yang disampaikan Arab Saudi terkait insiden tersebut. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum terhadap pihak yang terlibat.

Baca Juga :
Ronaldo Nazario Bicara soal Cristiano Ronaldo usai Gagal di Piala Dunia 2026: Kelasnya di Arab Saudi
Agen Buka Suara soal Masa Depan Mohamed Salah usai Resmi Tinggalkan Liverpool: Kita Tahu Sebentar Lagi

Irak kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan wilayahnya tidak dimanfaatkan sebagai jalur maupun lokasi peluncuran serangan terhadap negara tetangga atau negara sahabat.

"Pemerintah sedang memeriksa bukti dan informasi yang tersedia dan akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam tindakan tersebut," demikian bunyi pernyataan itu, dikutip dari Al Arabiya, Selasa 28 Juli 2026.

Pemerintah Irak juga menekankan hubungan dengan Arab Saudi berada dalam kondisi yang sangat erat dan dilandasi semangat persaudaraan. Baghdad menegaskan tidak akan membiarkan pihak mana pun merusak hubungan bilateral kedua negara.

Sebelumnya, pada Senin 27 Juli 2026, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan pihaknya berhasil mencegat sejumlah drone yang memasuki wilayahnya dari arah Irak. Riyadh menuding serangan tersebut dilakukan oleh kelompok milisi Irak yang didukung Iran.

Melalui pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam serangan drone tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang "tercela". Pemerintah Saudi juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan, mempertahankan kedaulatan negara, serta "menghalangi para agresor."

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan kerajaan memiliki hak untuk memberikan respons terhadap sumber serangan. Riyadh juga mendesak pemerintah Irak mengambil seluruh langkah yang diperlukan agar wilayahnya tidak lagi digunakan sebagai titik peluncuran serangan ke Arab Saudi. (ant)
 

Baca Juga :
Pelatih Persib Bongkar Alasan Sesungguhnya Frans Putros Tinggalkan Maung Bandung, Ternyata Bukan karena Gaji
Istana Kaji Pangkas Masa Tinggal Jemaah di Arab Saudi untuk Tekan Biaya Haji 2027
Ekosistem Logistik Berubah Cepat, Peluang UKM Ekspansi ke Pasar Global Kian Terbuka

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pendorong pertumbuhan baru pacu laba industri China
• 11 jam lalu
0
thumb
Kejagung: BGN Era Dadan Boros Rp 10,5 T per Tahun
• 3 jam lalu
0
thumb
Sinopsis LAUTAN CINTA SCTV Episode 36, Hari Senin 27 Juli 2026: Nadir Diculik dan Hendak Dibakar Hidup-hidup
• 21 jam lalu
0
thumb
Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jadi Instrumen Penting Berantas Kejahatan dengan “Follow the Money”
• 43 menit lalu
0
thumb
Usai Bertemu Dasco, PWI Akan Cabut Laporan ke Hotman
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.