Hari Jadi Kota Kediri ke-1147: Upacara Manusuk Sima Sinergikan Tradisi dan Inovasi

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 diperingati melalui Upacara Tradisi Manusuk Sima di Taman Tirtayasa yang kembali digelar di lokasi bersejarah.

Wali Kota Vinanda Prameswati menegaskan pembangunan Kota Kediri berlandaskan filosofi sinergi lintas generasi, inovasi, dan pelestarian tradisi.

Pemerintah Kota Kediri menerima SK Cagar Budaya Nasional Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri serta menyerahkan sejumlah penetapan cagar budaya tingkat kota dan penghargaan kepada insan berprestasi.

Dalam rangkaian Hari Jadi Kota Kediri, Wali Kota juga menyerahkan santunan kepada 1.405 anak yatim sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kediri (beritajatim.com) – Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 diperingati dengan pelaksanaan Upacara Tradisi Manusuk Sima di Taman Tirtayasa, Senin (27/7/2026). Prosesi sakral yang menjadi simbol penetapan tanah sima atau tanah perdikan sekaligus penanda lahirnya Kota Kediri itu kembali digelar di lokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah berdirinya kota.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengikuti langsung rangkaian upacara yang diawali doa bersama lintas agama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Kota Kediri sekaligus memohon keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.

Setelah tiga tahun berturut-turut diselenggarakan di halaman Balai Kota Kediri, Tradisi Manusuk Sima tahun ini kembali digelar di Taman Tirtayasa sebagai upaya mengembalikan nuansa historis yang melekat dengan awal berdirinya Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati menegaskan Tradisi Manusuk Sima merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya Kota Kediri hingga berusia 1.147 tahun.

Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak pernah lahir secara instan, melainkan dibangun melalui kerja keras, semangat gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, pemerintah mengusung tema “Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi” sebagai arah pembangunan Kota Kediri.

.udccd84722000cb379efa7f858dfdb577 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .udccd84722000cb379efa7f858dfdb577:active, .udccd84722000cb379efa7f858dfdb577:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .udccd84722000cb379efa7f858dfdb577 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .udccd84722000cb379efa7f858dfdb577 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .udccd84722000cb379efa7f858dfdb577 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .udccd84722000cb379efa7f858dfdb577:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Panen Raya Serentak di 43 Titik: Setelah Beras, Pemerintah Pacu Kemandirian Gula dan Kedelai

Vinanda menjelaskan, sinergi lintas generasi merupakan perpaduan pengalaman, kebijaksanaan, dan nilai luhur generasi terdahulu dengan kreativitas serta gagasan baru dari generasi muda. Sementara itu, semangat mengalir dengan inovasi mencerminkan komitmen Kota Kediri untuk terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan jati diri daerah.

“Filosofi inilah yang kami yakini, bahwa inovasi akan memiliki arah ketika dibangun di atas fondasi tradisi, dan tradisi akan tetap hidup ketika diwariskan kepada generasi yang terus berinovasi,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kolaborasi, melestarikan warisan sejarah, memperkuat kerukunan dan keberagaman, serta terus menghadirkan inovasi demi mewujudkan Kota Kediri yang semakin MAPAN.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Direktorat Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI Agus Widiatmoko menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi Kota Kediri ke-1147. Menurutnya, usia Kota Kediri yang telah melampaui satu milenium menjadi bukti bahwa daerah ini merupakan salah satu pusat peradaban penting di Indonesia.

dalam rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, Wali Kota Vinanda Prameswati juga menyerahkan santunan kepada 1.405 anak yatim

Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri karena berhasil menghidupkan kembali makna prasasti melalui rekonstruksi budaya yang dinilainya sebagai langkah langka di Indonesia.

“Biasanya prasasti hanya disimpan di museum sebagai benda sejarah. Namun Kota Kediri mampu menginterpretasikan dan merekonstruksinya menjadi sebuah peristiwa budaya yang hidup. Dalam konsep pariwisata modern, ini disebut living museum. Saya yakin apabila terus dikembangkan, tradisi ini akan menjadi kekuatan besar bagi wisata budaya Kota Kediri sekaligus memperkuat identitas sejarah yang dimiliki,” ungkap Agus.

Pada momentum tersebut, Agus Widiatmoko juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan Cagar Budaya Nasional Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri kepada Wali Kota Kediri.

Selanjutnya, Vinanda menyerahkan Surat Keputusan Cagar Budaya Tingkat Kota kepada Gedung Kantor BRI Cabang Kediri, Gedung Bank Indonesia Kantor Cabang Kediri, Kantor Kelurahan Pakelan, dan Rumah Duka Gie Kie Kong Soe.

.uf03c42e929d35ed103542a47437932a1 { padding:0px; margin: 0; padding-top:1em!important; padding-bottom:1em!important; width:100%; display: block; font-weight:bold; background-color:#eaeaea; border:0!important; border-left:4px solid #D35400!important; text-decoration:none; } .uf03c42e929d35ed103542a47437932a1:active, .uf03c42e929d35ed103542a47437932a1:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; text-decoration:none; } .uf03c42e929d35ed103542a47437932a1 { transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; } .uf03c42e929d35ed103542a47437932a1 .ctaText { font-weight:bold; color:#464646; text-decoration:none; font-size: 16px; } .uf03c42e929d35ed103542a47437932a1 .postTitle { color:#000000; text-decoration: underline!important; font-size: 16px; } .uf03c42e929d35ed103542a47437932a1:hover .postTitle { text-decoration: underline!important; }
Baca Juga:  Panen Raya Serentak di 43 Titik: Setelah Beras, Pemerintah Pacu Kemandirian Gula dan Kedelai

Selain itu, Pemerintah Kota Kediri menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris serta piagam penghargaan kepada atlet panjat tebing Putra Tri Ramadhani yang berhasil menjadi juara dunia Nomor Lead World Climbing Series Praha.

Masih dalam rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1147, Wali Kota Vinanda Prameswati juga menyerahkan santunan kepada 1.405 anak yatim sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Di Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147 ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik kita. Semoga santunan ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, meraih cita-cita, serta tumbuh menjadi generasi yang membanggakan Kota Kediri,” tuturnya.

Menurut Vinanda, pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kebersamaan antarwarga.

“Rasa syukur atas bertambahnya usia Kota Kediri kami wujudkan dengan berbagi. Semoga kebersamaan dan kepedulian ini semakin mempererat persaudaraan serta menjadi doa agar Kota Kediri terus maju, semakin MAPAN, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Upacara tersebut dihadiri Direktur Direktorat Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI Agus Widiatmoko, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai instansi. [nm/aje]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menuju Pilwalkot 2029, Sofian Bawa Mimpi Besar Bangun Makassar Berbasis Data dan Teknologi
• 22 jam lalu
0
thumb
Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bicara Pembangunan LRT Jakarta
• 6 jam lalu
0
thumb
Pengamat Minta Pertamina Antisipasi Dampak Musim Kemarau terhadap Distribusi BBM
• 1 jam lalu
0
thumb
Menanti Aksi Nazriel Alfaro saat Persib Lawan DPMM FC di Piala Presiden 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Polisi Buka Peluang Ekshumasi Jenazah Sutrimo jika Temukan Kejanggalan dalam Kematiannya
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.