Parade Hujan sendiri saat ini digawangi oleh Mohammad Istiqamah Djamad atau Mas Is (vokal/gitar), Alejandro Saksakame atau Cito (drum), dan Ivan Penwyn Panjaitan (guitalele).
Kehadiran grup ini menjadi simbol "rujuk rindu" para personel Payung Teduh yang kembali dipertemukan setelah sempat menempuh perjalanan masing-masing selama beberapa tahun.
Sebagai karya perdana Parade Hujan, Punar berisi delapan lagu yang seluruhnya dikerjakan sejak ketiga personel kembali berkolaborasi. Album ini juga dibangun dengan konsep yang merepresentasikan siklus kehidupan melalui susunan setiap lagunya, sehingga membentuk sebuah perjalanan yang terus berulang layaknya putaran hidup manusia.
Baca Juga :
Reuni Is Pusakata dan Payung Teduh Rilis Single Baru "Datang"Bersamaan dengan perilisan album, Parade Hujan juga mengumumkan tur intim yang akan digelar untuk merayakan hadirnya Punar. Rangkaian tur dijadwalkan dimulai pada 31 Juli 2026 dengan menyambangi sejumlah kota di Jawa Timur, yakni Malang, Bojonegoro, Kediri, dan Lamongan.
Selanjutnya, tur tersebut direncanakan berlangsung setiap bulan dengan menyambangi lima kota di setiap provinsi di Indonesia. Melalui konsep pertunjukan yang lebih dekat dengan penonton, Parade Hujan berharap dapat menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih hangat dan personal.
Tak hanya tersedia di platform musik digital, Punar juga akan dirilis dalam format fisik cakram padat (CD). Album tersebut dapat diperoleh para penggemar di setiap titik penyelenggaraan tur.
Baca Juga :
Bawakan "Pergi Tanpa Pesan," Is Tak Kuasa Menahan Tangis Kenang Ade Paloh"Terima kasih sudah memberi ruang, membuka telinga, dan merasakan karya-karya kami," ungkap Parade Hujan dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)






Komentar (0)