Megawati Sebut Monumen Kudatuli Hasil Kontemplasi, Kenang Cita-cita Sukarno

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan monumen patung Kerusuhan Dua Tujuh Juli (Kudatuli). Megawati menyampaikan, monumen Kudatuli ini merupakan hasil dari kontemplasi dirinya mengenang cita-cita ayahnya, Bung Karno, saat memerdekakan Indonesia.

Adapun monumen Kudatuli itu kini berdiri di depan kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat. Monumen berukuran besar itu menggambarkan seorang wanita dengan mulut terbuka layaknya sedang berteriak dengan memeluk lima orang lainnya.

"Saudara-saudara sekalian yang saya cintai, secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada seniwati yang saya kenal dan cintai. Saya memanggilnya Mbak Dolorosa Sinaga, yang telah menggambarkan dengan baik terhadap apa yang saya kontemplasikan selama ini," kata Megawati saat meresmikan monumen Kudatuli di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

"Kontemplasi itu berpikir, merenung, berdoa. Lalu kita, saya selalu berdoa, mengatakan kepada Allah subhanahuwata'ala, kapan akan berhenti keadaan Republik Indonesia yang dicita-citakan oleh bapak saya menjadi sebuah negara yang mandiri, yang kaya raya, rakyatnya hidupnya sejahtera, aman, dan sentosa," lanjutnya.

Baca juga: Megawati Sebut Tak Pernah Lupa Tragedi Kudatuli: Jangan Terjadi Lagi

Megawati menyebutkan monumen ini menggambarkan kesabaran revolusioner. Kesabaran ini lahir dari keyakinan, keteguhan, dan keberanian.

Dalam kontemplasinya, Megawati mengatakan melihat kehidupannya sendiri. Dari sana, Megawati kemudian merangkumnya menjadi sebuah kata-kata, yang kemudian diejawantahkan berupa patung Kudatuli.

"Kita kalau yakin dalam kehidupan dan setelah itu tahu untuk apa kita punya keyakinan, maka harus punya keteguhan dan keberanian. Setelah itu, di dalam menjalankannya, kita tidak pernah boleh putus asa. Oleh sebab itu, kita harus punya kesabaran revolusioner," terangnya.

Dia lantas menjelaskan lebih jauh mengenai kesabaran revolusioner yang dimaksud. Kesabaran itu, menurut dia, menggambarkan bagaimana seseorang bisa mencari jalan keluar dari berbagi hadangan yang mencoba menghentikannya.

"Apa arti kesabaran revolusioner? Adalah kalau kita terbentur oleh penghalang, maka kita tidak jangan berdiam diri. Kita pergilah perlahan-lahan untuk menghindarinya. Kesemuanya itu sebenarnya harus diajarkan kepada para rakyat kita di mana pun mereka berada. Kesemuanya yang empat itu menyatu dalam sebuah keyakinan yang kental, bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang," pungkasnya.

Baca juga: Didampingi Prananda, Megawati Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor PDIP

Lihat Video 'PDIP Kenang 30 Tahun Kudatuli: Tak Menyerah Akan Intimidasi dan Tekanan':




(kuf/maa)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bentrokan di Menteng Berakhir Damai, Keluarga Korban Tewas Serahkan Proses Hukum ke Polisi
• 7 jam lalu
0
thumb
Penjelasan Wakapolres Tangsel soal Kasat Narkoba AKP Pardiman Ditangkap Kasus Narkotika
• 20 jam lalu
0
thumb
Veddriq yakin sabet emas panjat tebing Asian Games 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
AXA Mandiri Ajarkan Pengelolaan Uang Saku dan Menjaga Kesehatan Mental Remaja
• 17 jam lalu
0
thumb
Awak Shenzhou-23 capai hari ke-60 di orbit
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.