Perkara Antre Sate Taichan di Balik Tewasnya Prajurit TNI di Tangerang

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Seorang prajurit TNI, Prada Arif Budiman Sampurna, ditemukan tewas di Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang usai setelah dikeroyok oleh sembilan orang. Perkara ini dipicu oleh masalah antre sate taichan.

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026, sekitar pukul 05.45 WIB. Korban dikeroyok dan ditikam sebanyak 10 kali hingga tewas.

Saat ini polisi telah menangkap empat pelaku di antaranya. Namun apa motif di balik insiden pembunuhan itu belum terungkap jelas.

Kronologi Temuan Jasad Korban

Prada Arif merupakan anggota Kodam XVII/Cenderawasih yang sedang melaksanakan tugas untuk membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta.

Pada saat korban ditemukan oleh saksi, ditemukan kartu tanda anggota (KTA) militer milik korban, saksi kemudian melaporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Baca juga: Pengeroyokan Maut TNI di Tangerang Dipicu Rebutan Antrean Sate Taichan

Tim gabungan TNI dan Polri, mulai pihak Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan bergerak cepat mengejar para pelaku serta menyelidiki kasus untuk mengumpulkan para saksi dan alat-alat bukti terkait dengan aksi pengeroyokan tersebut.

4 Pelaku Ditangkap

Polisi menangkap empat pelaku pembunuhan prajurit TNI bernama Prada Arif Budi Sampurna, yang ditemukan tergeletak di Kabupaten Tangerang. Empat pelaku memiliki peran yang berbeda.

"Hingga saat ini, terdapat empat orang tersangka terhadap perbuatan ini," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan, Selasa (21/7).

Empat pelaku tersebut berinisial BR (36) dan MKN (27) berperan mengejar korban; RRG (22) yang berperan memukul korban dan mengejar korban menggunakan sepeda motor; serta H (21) yang berperan mengejar korban, memukul korban, dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau.

Tiga tersangka pertama ditangkap tim gabungan. Sementara itu, H menyerahkan diri ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, yang kemudian diserahkan ke Polres Tangsel.

Wira mengatakan pelaku dan korban tidak saling mengenal. Polisi menyita beberapa baju yang digunakan para pelaku dalam kasus pengeroyokan maut.




(rdp/rfs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tim Penilai Lomba Kelurahan Berprestasi Sulsel 2026 Tinjau Kadarkum Sikapabaji Gunung Sari Makassar
• 8 jam lalu
0
thumb
Ganti Nama Belakang, Suri Resmi Putus Hubungan dengan Sang Ayah Tom Cruise
• 3 jam lalu
0
thumb
[FULL] Eks Jampidsus Febrie Tersangka TPPU Ditahan di Rutan KPK, Pengamat: Harapannya Tak Intervensi
• 15 jam lalu
0
thumb
Kasat Narkoba Polres Tangsel Dinyatakan Tidak Terlibat Peredaran 200 Katrid Etomidate
• 6 jam lalu
0
thumb
KBRI Bogota Promosikan Budaya Indonesia Melalui Ajang Miss Mundo Colombia untuk Perkuat Hubungan Bilateral
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.