Trump Klaim Setop Serangan Karena Diminta Iran, Tepis Amunisi AS Menipis

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS menghentikan serangan terhadap Iran atas permintaan rezim negara tersebut. Trump memperingatkan bahwa mereka akan melanjutkan serangan jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata baru.

"Mereka meminta kami dengan sangat baik, 'Tolong berhenti, mari kita bertemu,'" kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One dilansir CNN, Selasa (28/7/2026).

"Dan itulah posisi kita sekarang, lihat apa yang terjadi. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan kembali ke hal yang sama," imbuhnya.

Baca juga: Timteng Memanas, Arab Saudi Cegat Serangan Drone Milisi dari Irak

Jeda saat ini menyusul hampir dua minggu serangan terhadap Iran, sementara Trump dan para pembantunya menilai opsi militer mereka yang tersisa.

Wapres JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine sebelumnya dilaporkan prihatin tentang peningkatan serangan tersebut, sebagian karena kekhawatiran tentang persediaan amunisi AS dan implikasi negatif potensial lainnya.

Trump mengakui AS dapat menggunakan amunisi yang lebih canggih seiring dengan berkurangnya persediaan dalam perang di Iran, tetapi ia menegaskan bahwa militer memiliki apa yang dibutuhkan untuk melancarkan konflik tersebut.

"Kita berada dalam kondisi yang sangat baik. Tetapi untuk beberapa hal yang lebih canggih, kita tentu ingin memiliki lebih banyak," kata Trump.




(rfs/rfs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bank Indonesia Ensures Continuity Following Governor’s Resignation  
• 5 jam lalu
0
thumb
Jokowi Lanjut Safari Politik 31 Juli, Kali Ini ke NTT
• 1 jam lalu
0
thumb
Tribun Kejurnas di Banyumas Ambruk, Penyelenggara hingga Keamanan Diperiksa
• 8 jam lalu
0
thumb
Tadej Pogacar Juara Tour de France 2026, Cetak Rekor Lima Gelar
• 17 jam lalu
0
thumb
Ini Strategi Kemenhut Sejahterakan Masyarakat dan Lestarikan Hutan Berjalan Bersama
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.