Gerbang Tani PKB Usulkan Contract Farming SPPG-Petani untuk Perkuat Pemberdayaan

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). (Sumber: ANTARA FOTO/Maulana Surya)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Ketua Umum Gerbang Tani PKB Idham Arsyad mendorong pemerintah mengembangkan skema contract farming antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan, koperasi, serta kelembagaan ekonomi petani di wilayah sekitarnya.

Skema tersebut dinilai dapat memperluas manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperkuat pemberdayaan petani dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Idham, MBG merupakan investasi besar Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Dengan menghubungkan kebutuhan pangan SPPG dengan produksi petani lokal, manfaat program tersebut dapat diperluas menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat sekaligus penguatan kemandirian pangan nasional.

“Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, petani mendapatkan kepastian pasar, desa mendapatkan perputaran ekonomi, dan negara semakin kuat kemandirian pangannya. Satu program strategis dapat menghasilkan beberapa manfaat sekaligus,” kata Idham dalam siaran pers yang diterima KompasTV, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: BGN Pastikan MBG Tetap Disalurkan meski 833 Dapur SPPG Di-suspend Permanen

 

Idham mengatakan kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah, dan berbagai bahan pangan lainnya untuk SPPG dalam jumlah besar dan berkelanjutan menciptakan pasar baru yang potensial bagi petani dan produsen pangan rakyat.

Di sisi lain, persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar bagi hasil panennya.

“Di sinilah peluang besarnya. Kebutuhan pangan MBG dapat dipertemukan dengan kebutuhan petani terhadap kepastian pasar. Negara tidak perlu menciptakan pasar baru karena pasarnya sudah tersedia melalui SPPG. Yang perlu kita bangun adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan SPPG dengan kapasitas produksi petani,” katanya.

Menurut Idham, melalui skema contract farming, kelompok tani dan peternak memperoleh kepastian mengenai jenis komoditas, volume, standar kualitas, jadwal pasokan, serta mekanisme harga.

Sebaliknya, SPPG memperoleh pasokan pangan yang lebih segar, terukur, dan berkelanjutan dari sentra produksi terdekat.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • contract farming
  • gerbang tani pkb
  • contract farming mbg
  • pkb
  • contract farming sppg petani
  • MBG
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Beras Naik Saat Bawang, Cabai, Telur hingga Daging Ayam Turun, Cek Daftarnya
• 7 jam lalu
0
thumb
Bupati Jeje Ancam Copot Pejabat yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Pemkab Bandung Barat
• 7 jam lalu
0
thumb
30 Tahun Kudatuli dan Harapan Megawati agar Aparat Tetap Profesional
• 12 jam lalu
0
thumb
Megawati Beberkan Filosofi Monumen Kudatuli: Kesabaran Revolusioner Lahir dari Keberanian!
• 22 jam lalu
0
thumb
Komisi III DPR Desak Polda Metro Usut Kematian Sutrimo: Jangan Biarkan Kasusnya Mengambang
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.