Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group terus memperkuat kolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan dan pembaruan sarana perkeretaapian nasional dengan total investasi mencapai sekitar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.
Kolaborasi tersebut mencakup pengadaan kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru, program retrofit Commuter Line, rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta 1.125 gerbong datar untuk angkutan barang di Sumatra Selatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, "Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional."
Anne mengatakan kesinambungan pengadaan sarana memberikan ruang bagi industri perkeretaapian nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, kompetensi sumber daya manusia, kualitas produk, serta dukungan purnajual.
Pengadaan Sarana Penumpang Terus BerjalanDalam program replacement periode 2023–2027, KAI memesan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation produksi INKA yang dirangkai menjadi 56 rangkaian dengan nilai kontrak mencapai Rp5,5 triliun.
Dari total 56 rangkaian tersebut, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI.
Sebanyak 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan.
Satu rangkaian masih dalam tahap persiapan operasional.
Pengadaan kereta Stainless Steel New Generation dilakukan untuk menggantikan sarana yang telah memasuki masa pembaruan.
Kehadiran rangkaian baru mendukung peningkatan keandalan perjalanan, standardisasi fasilitas, serta peningkatan kenyamanan pelanggan pada layanan kereta api antarkota.
Anne mengungkapkan, "Sebanyak 39 rangkaian Stainless Steel New Generation produksi INKA telah digunakan dalam pelayanan. Pembaruan ini dilakukan secara bertahap agar kualitas perjalanan dan kesiapan sarana dapat terus terjaga."
Pada layanan angkutan perkotaan, KAI Group bersama INKA menjalankan pengadaan 16 rangkaian atau 192 kereta Commuter Line baru senilai hampir Rp3,83 triliun serta program retrofit dua rangkaian dengan nilai lebih dari Rp238,63 miliar sehingga total investasi mencapai Rp4,07 triliun.
Dari 16 rangkaian Commuter Line baru tersebut, tujuh rangkaian atau 84 kereta telah beroperasi.
Sebanyak sembilan rangkaian masih menjalani proses produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.
Setiap rangkaian Commuter Line menjalani pemeriksaan dan pengujian sebelum digunakan untuk memastikan sarana memenuhi standar keselamatan, keandalan, serta kebutuhan operasional Commuter Line Jabodetabek.
Kontribusi INKA pada transportasi perkotaan juga diwujudkan melalui pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek yang terdiri atas 186 kereta dengan nilai kontrak sekitar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun.
Rangkaian LRT Jabodebek produksi INKA menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 atau GoA3.
Pada Semester I 2026, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan.
Jumlah tersebut meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap angkutan perkotaan berbasis rel.
Pengoperasian LRT Jabodebek menjadi rekam jejak penting bagi industri nasional dalam memproduksi sarana transportasi massal dengan teknologi otomatis.
KAI juga mengembangkan layanan premium melalui pengadaan 10 unit kereta luxury yang masing-masing berkapasitas 26 kursi dengan satu unit tambahan sebagai cadangan perawatan.
Kereta cadangan digunakan untuk menjaga kesinambungan pelayanan saat sarana menjalani pemeriksaan berkala.
Total nilai kontrak pengadaan kereta luxury mencapai Rp161,16 miliar.
Pengadaan kereta luxury menjadi bagian dari pengembangan layanan yang memberikan pilihan pengalaman dan tingkat kenyamanan sesuai kebutuhan pelanggan.
Angkutan Barang DiperkuatKolaborasi KAI dan INKA juga mencakup sektor angkutan barang melalui pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton dengan nilai kontrak Rp1,05 triliun.
Gerbong datar tersebut dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi angkutan barang di Sumatra Selatan serta mendukung pengangkutan batu bara sebagai salah satu sumber pasokan energi listrik nasional.
Berdasarkan seluruh nilai kontrak, total investasi pengadaan meliputi 612 kereta Stainless Steel New Generation, sarana Commuter Line baru, program retrofit Commuter Line, 31 rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, dan 1.125 gerbong datar dengan nilai mencapai sekitar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.
Anne menambahkan skala pengadaan tersebut menunjukkan besarnya pasar sarana perkeretaapian di Indonesia.
Anne menilai kepastian permintaan perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, konsistensi mutu, ketepatan waktu, serta layanan purnajual.
Anne menutup pernyataannya dengan mengatakan, “Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional.”





Komentar (0)