Penggunaan AI pada Pemilu Mesti Diatur

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Perumusan regulasi khusus terkait penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada pemilu dinilai penting. Hal ini guna mengantisipasi persoalan serius pada Pemilu 2029.

“Harus diatur soal AI dalam Pemilu. Pemilu 2029 akan berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pertarungan narasi politik mayoritas akan berada di ruang digital karena mayoritas pemilih berada di ruang digital. Ini yang harus diantisipasi,” kata anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Revitalisasi Pasar Minggu Fokus Sistem Integrasi dan Pengelolaan Sampah

Penekanan tersebut merespons data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mencatat dari total 214,3 juta pemilih Pemilu 2029, mayoritas didominasi generasi muda, yakni milenial sebesar 32,13 persen dan Gen Z sebesar 24,56 persen. Melihat tingginya komposisi pemilih melek digital tersebut, Khozin meminta negara menyiapkan perangkat aturan yang adaptif.

“Mayoritas pemilih berasal dari kalangan muda yang sehari-harinya bersama digital. Medan tempur Pemilu 2029 akan terjadi di ruang digital. Ini harus dibaca secara kritis oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Khozin.

Dia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk segera berkoordinasi secara intensif dengan DPR dan KPU dalam menyusun regulasi teknis. Ia menyoroti hingga kini Indonesia belum memiliki payung hukum yang secara rinci mengawasi pemanfaatan teknologi AI di ruang publik.


Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

“Seperti hingga saat ini, Indonesia belum memiliki pengaturan tentang artificial inteligence. Padahal, AI telah membanjiri media digital kita,” kata Khozin.

Politikus PKB tersebut mengingatkan pentingnya mengalkulasi dan memitigasi dampak negatif kemajuan teknologi digital sejak dini agar tidak mengganggu kualitas proses demokrasi. “Potensi persoalan dalam pemilu akibat kemajuan digital ini harus dimitigasi sejak dini,” tegas Khozin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Teman Setia Lintas Generasi, Jejak Manis 25 Tahun Cemilan Gery yang Legendaris
• 16 jam lalu
0
thumb
Buntut Bentrokan Maut di Matraman, Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi
• 3 jam lalu
0
thumb
BGN Siapkan Portal Digital Program Makan Bergizi Gratis agar Orang Tua Bisa Pantau Menu dan Layanan Secara Real Time
• 10 jam lalu
0
thumb
KAI Sedang Lakukan Pengujian Nusantara Explorer, Punya Kabin Tidur-Lounge Mewah
• 23 jam lalu
0
thumb
Polisi Imbau Keluarga Melapor Jika Temukan Kejanggalan Kematian Sutrimo
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.