BGN siapkan sistem digital, orang tua dapat awasi menu MBG

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan ekosistem digital yang mengintegrasikan informasi mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari sekolah penerima manfaat, menu makanan yang disajikan, hingga satuan pelayanan yang menyiapkan makanan tersebut.

"Kami sedang mengembangkan sistem agar masyarakat dapat terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Orang tua nantinya dapat mengetahui sekolah mana yang menerima layanan, menu apa yang disajikan setiap hari, makanan tersebut dimasak di dapur mana, hingga siapa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya kami membangun tata kelola yang lebih baik," kata Kepala BGN Sudaryono di Jakarta, Senin.

Sistem berupa portal digital ini diharapkan mulai dapat diakses dalam waktu dekat oleh masyarakat.

Nantinya masyarakat cukup masuk ke dalam sistem menggunakan identitas peserta didik untuk memperoleh informasi secara real time mengenai pelaksanaan Program MBG.

Selain informasi menu harian, portal tersebut juga akan menampilkan lokasi SPPG yang melayani sekolah, identitas Kepala SPPG, serta cakupan layanan yang diberikan kepada peserta didik.

Selain menghadirkan portal bagi orang tua, BGN juga mengembangkan dashboard publik yang menampilkan informasi pelaksanaan Program MBG secara lebih luas.

Dashboard tersebut akan memuat data jumlah SPPG yang beroperasi, persebarannya di berbagai daerah, sekolah yang dilayani, hingga perkembangan pelaksanaan program secara nasional.

Kehadiran dashboard ini diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh data mengenai implementasi Program MBG.

Sudaryono menjelaskan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya bertujuan memberikan kemudahan akses kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pengawasan bersama agar kualitas layanan Program MBG terus terjaga.

Upaya ini penting karena pelaksanaan program berskala nasional memerlukan partisipasi berbagai pihak untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Kami ingin mengubah sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih mudah, transparan, dan nyaman bagi semua pihak. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bertanya secara manual karena seluruh informasi dapat diakses melalui sistem," kata dia.

Baca juga: BGN tutup 833 dapur SPPG bermasalah

Baca juga: BGN larang SPPG gunakan gas, beras, dan minyak subsidi

Baca juga: BGN: Penutupan SPPG tidak ganggu penyaluran MBG ke penerima manfaat








Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ditanya Ada Racun di TKP Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Polisi Jawab Begini
• 9 jam lalu
0
thumb
IHSG Kebakaran Sore Ini, Perdagangan Ambles 17,68 Poin
• 12 jam lalu
0
thumb
Satpol PP Solo Sita Ratusan Miras Ilegal Berkemasan Cup Plastik, Toko Ditutup
• 7 jam lalu
0
thumb
Kota Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Wali Kota Ajak Warga Sukseskan Pendataan
• 8 jam lalu
0
thumb
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG karena Tak Penuhi Standar
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.