Sutradara Gran Turismo dan District 9, Neill Blomkamp, merilis film pendek berjudul Nightborne. Film berdurasi 13 menit tersebut dibuat menggunakan generator video berbasis kecerdasan buatan (AI) milik ByteDance, Seedance 2.0, dan langsung memicu kontroversi dan menuai kritik.
Nightborne menjadi proyek terbaru Barley Studios, perusahaan rintisan (startup) AI sekaligus rumah produksi baru milik Blomkamp. Seluruh adegan dalam film ini dihasilkan menggunakan teknologi text-to-video Seedance 2.0, sedangkan wajah dan suara karakternya meniru 32 aktor manusia yang memberikan persetujuan untuk menggunakan kemiripan mereka.
Film pendek bertemakan science-fiction ini diangkat dari novel karya Peter Watts berjudul Echopraxia yang dirilis pada tahun 2014. Blomkamp menyatakan melalui platform X bahwa karya ini merupakan langkah awal pengujian untuk memproduksi film layar lebar berbasis AI di masa depan.
Nightborne Tuai KritikPeluncuran Nightborne langsung menghadapi gelombang kritik. Sejumlah orang menganggap film tersebut sebagai tanda menurunnya kualitas karya Blomkamp.
The Verge melaporkan Nightborne masih terjebak dalam masalah fundamental konten generatif yang sering disebut sebagai slop. Secara teknis, film ini hanyalah kumpulan klip video berdurasi sangat pendek yang disambungkan melalui proses editing oleh Austyn Daines.
Teknik penyuntingan tersebut digunakan untuk menutupi kelemahan utama Seedance 2.0 yang belum mampu menghasilkan footage durasi panjang secara konsisten. Meskipun memiliki kualitas visual yang lebih halus dibanding video AI standar, keberadaan jiwa kreatif sutradara dinilai hampir tidak terasa dalam karya ini.
Respons itu menunjukkan teknologi text-to-video yang semakin canggih belum tentu mampu menghasilkan karya akhir yang membuat penonton antusias.






Komentar (0)