Manokwari: Presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya hanyut terseret arus sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi TVRI Nasional. Dalam unggahannya, TVRI menyampaikan dukacita mendalam atas berpulangnya Yanto Idorway yang merupakan bagian dari keluarga besar TVRI.
"Segenap pimpinan dan keluarga besar TVRI menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya rekan kami, Yanto Idorway, Presenter TVRI Papua Barat," tulis akun Instagram @tvrinasional dalam unggahannya, dikutip Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga :
Tim SAR Perluas Area Pencarian Presenter TVRI yang Hanyut di Pegunungan Arfak
TVRI mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala kekhilafannya, serta diterima seluruh amal ibadah dan kebaikannya. Keluarga yang ditinggalkan juga didoakan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.
"Selamat jalan, sahabat dan rekan terbaik. Jasa, dedikasi, serta kenangan baik yang telah diberikan akan selalu kami kenang," lanjut unggahan tersebut.
Sebelumnya, Basarnas Manokwari menutup operasi pencarian terhadap Yanto Idorway setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil, Jumat, 24 Juli 2026. Yanto dilaporkan hanyut terseret arus sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Kepala Kantor Basarnas Manokwari Yefri Sabaruddin mengatakan penutupan operasi dilakukan setelah evaluasi bersama Tim SAR gabungan, unsur potensi SAR, dan keluarga korban.
"Sesuai standar operasional prosedur, telah dilaksanakan selama tujuh hari namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar Yefri.
Tim SAR gabungan melakukan operasi pada hari ketujuh untuk mencari presenter TVRI Papua Barat yang hanyut teseret arus sungai di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Pegunungan Arfak, Jumat, 24 Juli 2026. ANTARA/HO-Basarnas Manokwari
Selama operasi pencarian, tim melakukan penyisiran aliran sungai, pemeriksaan celah batu, hingga pemantauan udara menggunakan drone thermal. Namun, hingga operasi dihentikan, korban belum berhasil ditemukan.
Operasi SAR melibatkan personel Kantor SAR Manokwari, Tim K9 Polda Papua Barat, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, personel TVRI, serta masyarakat setempat.





Komentar (0)