Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli usai Polemik Sayembara Tangkap Begal

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan sebagai tindak lanjut polemik sayembara penangkapan begal yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Yusril Dorong Patroli dan Edukasi Pencegahan Begal

Yusril mengatakan peningkatan patroli diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi Polri dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.

Ia mengatakan, "Saya meminta Polri, khususnya Polda Jabar, meningkatkan patroli keamanan, terutama di kawasan-kawasan yang ditengarai banyak terjadi aksi pembegalan yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat."

Yusril juga meminta Polri memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan pembegalan serta tata cara melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

Ia mengatakan, “Dengan demikian, masyarakat tidak terdorong melakukan tindakan main hakim sendiri. Menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, tetapi penegakan hukum tetap harus dilakukan oleh aparat yang berwenang.”

Penegakan Hukum Harus Sesuai Prosedur

Yusril menegaskan korban pembegalan berhak memperoleh perlindungan negara, namun pelaku tindak pidana tetap harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Ia mengatakan, “Mereka harus ditangkap hidup-hidup, diadili secara adil, dan dijatuhi hukuman yang setimpal oleh pengadilan. Jangan sampai mereka tewas karena digebuki beramai-ramai di luar batas perikemanusiaan. Perbuatan seperti itu juga merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang wajib dicegah.”

Menanggapi gagasan pemberian hadiah kepada penangkap begal, Yusril menilai pelaksanaannya tidak sederhana karena pembuktian bersalah merupakan kewenangan pengadilan dan membutuhkan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Ia mengatakan, "Bisa saja nanti penangkap begal kecewa karena hadiah yang dijanjikan tak kunjung diberikan sebab masih harus menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, bahkan sampai Mahkamah Agung.”

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas pemberian hadiah kepada warga yang membantu menangkap pelaku begal sebagai strategi psikologis untuk mencegah aksi main hakim sendiri sekaligus mengaktifkan kembali ronda malam dan Pos Siskamling.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Guru Besar Unair Endus Adanya Tekanan Politik DPR di Balik Pengunduran Diri Perry Warjiyo
• 6 jam lalu
0
thumb
AKP Setiawan Diduga Dugem, Ternyata Sedang Lidik Kasus Narkoba 4 Kg Sabu-sabu
• 42 menit lalu
0
thumb
Ribuan Umat Buddha Ikuti Kirab Puja Yatra Asadha 2570 BE dari Candi Mendut ke Borobudur
• 9 jam lalu
0
thumb
Dudung Kecam Aksi Main Hakim Sendiri dalam Kasus Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Tabanan
• 6 jam lalu
0
thumb
Deswa Finalis DAcademy 1 Diduga Meninggal karena Meningitis
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.