Peneliti Dinas Kehutanan Diculik dan Disekap, Begini Kronologinya

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Penculikan. (AP/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi pengamatan habitat katak di Hutan Nasional Shasta-Trinity, California Utara, mendadak berubah menjadi krisis penyanderaan mencekam. Pasangan ayah dan anak ditangkap usai diduga menyandera dua ahli biologi pemerintah federal di bawah ancaman senjata api.

Mengutip laporan NBC, dua pelaku yang teridentifikasi bernama Joseph Charles Henrichsen dan putranya yang telah dewasa, Phoenix Henrichsen, kini resmi didakwa atas tuduhan penculikan terhadap dua peneliti dari Dinas Kehutanan AS (US Forest Service).


Insiden tersebut bermula pada Kamis pagi (16/7). Berbekal senapan semi-otomatis, kedua pelaku menyergap dan mengikat tangan para peneliti menggunakan zip-tie (kabel ties), sebelum mengurung mereka di dalam sebuah camper-trailer di area terpencil.

Aksi nekat Joseph Henrichsen berlanjut saat ia mengambil alih mobil dinas korban dan menghubungi pihak berwenang menggunakan ponsel milik salah satu peneliti yang disandera.

"Saya telah menyandera dua ahli biologi federal dari Dinas Kehutanan. Saya sedang mengendarai kendaraan petugas sekarang," bunyi pesan Joseph Henrichsen dalam berkas affidavit pengadilan, dikutip dari Futurism, Senin (27/7/2026).

Dalam aksinya, Joseph sempat membawa salah satu peneliti wanita ke dalam truk dinas sambil melontarkan ancaman. Ia menegaskan bahwa tangannya sudah memegang peluru tajam yang siap ditembakkan dan menuntut untuk bicara langsung dengan agen federal.

Pilihan Redaksi
  • Kelompok Bersenjata Culik Menteri RI, Dicurigai Intel Asing
  • Menteri RI Diculik & Hilang Tanpa Jejak, Diduga Ada Peran Asing

Beruntung, drama penyanderaan yang menegangkan ini berakhir tanpa pertumpahan darah. Setelah melalui proses negosiasi yang alot dengan tim negosiasi aparat, kedua pelaku akhirnya membebaskan para sandera dan menyerahkan diri pada Jumat dini hari pukul 01.00 waktu setempat.

Murni Kriminal atau Terorisme Domestik?

Hingga sepekan pasca-insiden, motif utama di balik aksi penyanderaan ini masih menjadi tanda tanya besar. Pihak Kejaksaan AS yang menangani kasus ini memilih enggan berspekulasi dan menyatakan belum bisa memberikan keterangan di luar berkas dakwaan resmi pengadilan.

Kendati demikian, pengamat menilai insiden ini mengarah pada jejak kelompok ekstremis anti-pemerintah yang marak tumbuh di wilayah tersebut.

Meski California secara umum dikenal sebagai basis pemilih liberal, kawasan pedesaan terpencil di California Utara justru memiliki rekam jejak panjang terkait gerakan ekstremisme reaksioner.

Lokasi kejadian yang berdekatan dengan wilayah Shasta County dikenal sebagai basis pergerakan milisi bersenjata dan kelompok sayap kanan ekstrem. Kelompok-kelompok ini kerap secara terbuka melontarkan ancaman kekerasan terhadap pegawai serta institusi pemerintah federal.

Kasus penyanderaan peneliti biologi ini makin menambah rekam jejak kelam dinamika ekstremisme politik yang terus membayangi Negara Bagian Emas (Golden State) tersebut.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Kunci

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyebab bayi rewel malam hari dan cara mengatasinya dengan tepat
• 12 jam lalu
0
thumb
Tribun VIP Kejurnas Drift di Purwokerto Ambruk: 75 Orang Terluka, Polisi Selidik
• 7 jam lalu
0
thumb
RI Dikenakan Tarif Impor Tambahan AS 10%, Apindo Waspada Dampakanya ke Industri
• 4 jam lalu
0
thumb
DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Diskusi Refleksi 30 Tahun Peristiwa 27 Juli 1996, Teguhkan Komitmen Merawat Demokrasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Viral Kabar Dokter Meninggal Dunia saat Menjalani Program Internship di Jakarta
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.