REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran kembali melewati malam tanpa serangan udara AS pada Ahad (26/7/2026). Washington menghentikan sementara serangan yang hampir memasuki bulan kelima. Beredar laporan bahwa ada kekhawatiran atas menipisnya amunisi Amerika.
Media AS melaporkan bahwa jeda serangan ini dapat mencerminkan tekanan pada persediaan pencegat Patriot dan senjata pertahanan lainnya.
Baca Juga
Ditekan AS, Produsen Chip China Malah Melonjak 531 Persen
Saat Suaminya Sakit tak Bisa Lagi Bekerja, Suniah Harus Rela Kena PHK Usai Pabrik Garmen Bangkrut
Seperti dilansir Al Arabiya, jeda ini menghidupkan kembali harapan kedua pihak untuk kembali ke negosiasi setelah hampir dua pekan pengeboman malam berturut-turut oleh AS.
Sebelumnya, pertempuran di Selat Hormuz yang strategis menggagalkan upaya diplomatik antara Washington dan Teheran. Konflik lantas meluas melampaui koridor energi vital hingga mencakup serangan terhadap pangkalan AS, pelayaran regional, dan sekutu Teluk.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Operasi AS terhadap Iran ditangguhkan," lapor CNN, mengutip sumber Pentagon yang tidak disebutkan namanya.
Operasi militer ditangguhkan bahkan ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan serangan tingkat yang jauh lebih tinggi pada Jumat kemarin.
"Rencana untuk meningkatkan kampanye militer telah ditunda sebagian karena berkurangnya pasokan," lapor The New York Times, mengutip dua orang yang diberi informasi tentang masalah tersebut.
"Trump juga menghadapi risiko perang yang lebih luas di Timur Tengah dan guncangan lebih lanjut terhadap ekonomi global," kata surat kabar itu.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)