Apakah Bisa Pekerja Kantoran Pensiun di Usia 30-an?

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pernah nggak sih, lagi capek-capeknya scroll tumpukan kerjaan di laptop, tiba-tiba kepikiran, "Kapan ya gue bisa berhenti kerja kantoran terus cuma menikmati hidup?"

Dulu, obrolan soal pensiun itu identik dengan rambut beruban dan usia kepala enam. Tapi sekarang, berkat ramainya obrolan soal F.I.R.E (Financial Independence, Retire Early), generasi muda mulai berani bermimpi buat lulus dari dunia kerja sebelum umur 40 tahun.

Terdengar halu? Buat karyawan dengan gaji pas-pasan, mungkin iya. Tapi kalau kita mau hitung-hitungan di atas kertas, pensiun dini sebenarnya bukan cuma jatah anak sultan. Ini murni soal matematika.

Rahasia di balik F.I.R.E ini sebenarnya simpel dan nggak butuh keajaiban. Para penganutnya memakai patokan dasar yang namanya The 4% Rule. Intinya begini: kamu baru bisa dibilang merdeka secara finansial kalau aset investasi yang kamu punya nilainya sudah mencapai 25 kali lipat dari pengeluaran setahun.

Coba kita ambil simulasi nyatanya. Anggap saja kamu butuh Rp10 juta per bulan buat hidup nyaman di kota besar. Berarti dalam setahun pengeluaranmu sekitar Rp120 juta. Nah, angka Rp120 juta itu tinggal dikali 25, ketemulah nominal Rp3 miliar.

Uang tiga miliar ini nantinya bukan buat ditarik tunai dan dihabiskan pelan-pelan. Uang ini diparkir di instrumen yang relatif aman, seperti Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi yang ngasih imbal hasil sekitar 5 persen bersih per tahun.

Dari bunga 5 persen itu saja, kamu sudah mengantongi Rp150 juta setahun. Uang pasif inilah yang bakal otomatis bayarin biaya hidup kamu tiap bulan selamanya, tanpa kamu harus menyentuh modal utamanya yang tiga miliar tadi. Magic, kan? Di titik ini, uang yang capek-capek kerja buat kamu, bukan sebaliknya.

Teorinya memang bikin senyum-senyum sendiri, tapi praktiknya bikin ngelus dada. Pertanyaan terbesarnya, gimana caranya karyawan biasa ngumpulin tiga miliar rupiah sebelum umurnya nyentuh kepala empat? Di sinilah bagian realita berdarah-darah yang jarang diceritakan oleh konten pamer gaya hidup di media sosial.

Mencapai F.I.R.E itu butuh kelakuan yang lumayan ekstrem. Orang-orang yang sukses pensiun dini itu nabungnya nggak cuma dari uang kembalian. Mereka berani menyisihkan 50 sampai 70 persen dari gajinya tiap bulan.

Coba bayangin, betapa ngap-ngapannya hidup dengan sisa uang segitu. Di saat teman-teman seumuran sibuk nyicil mobil baru, upgrade ponsel mahal tiap rilis, atau healing ke kafe aesthetic, penganut F.I.R.E ini harus rela tutup mata dan telinga. Mereka mati-matian mengerem yang namanya inflasi gaya hidup. Walaupun gajinya makin besar karena promosi jabatan, gaya hidup mereka dibikin mentok layaknya zaman masih jadi karyawan entry-level.

Tapi tentu saja, sengekang-ngekangnya kita mengatur pengeluaran, pasti ada batas maksimalnya. Kita nggak bisa berhemat dari uang yang memang nggak ada wujudnya. Oleh karena itu, rajin menabung saja nggak bakal bikin kamu cepat pensiun.

Mereka yang serius mengejar target F.I.R.E otaknya selalu berputar buat mencari uang tambahan. Mereka mengorbankan waktu santai dengan mengerjakan proyek sampingan di akhir pekan, merintis bisnis kecil-kecilan, atau berani kutu loncat antarperusahaan demi mendapatkan lompatan gaji yang lumayan besar. Dan tebak uang tambahannya lari ke mana? Langsung dicemplungkan lagi ke reksa dana, saham, atau properti supaya efek bola saljunya makin kencang melesat.

Satu hal yang sering banget disalahpahami, banyak yang mengira pensiun umur 30-an itu berarti tiap hari cuma rebahan nonton serial TV sambil nungguin bunga bank cair. Padahal, esensi utama dari F.I.R.E itu ada di kata Independence alias kemerdekaan.

Ketika hasil investasi sudah bisa membereskan tagihan listrik sampai biaya makan harian, kerja kantoran bukan lagi sebuah keterpaksaan buat bertahan hidup. Kamu jadi punya kemewahan buat resign dari lingkungan kerja yang toxic, memilih pekerjaan sosial yang gajinya kecil tapi bikin hati tenang, atau mulai merintis usaha tanpa pusing memikirkan besok mau makan apa.

Merdeka secara finansial pada akhirnya adalah tentang memiliki kebebasan mutlak buat memilih jalan hidup. Dan jujur saja, kebebasan semacam itu rasanya sangat pantas ditebus dengan kerja keras di masa muda.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Pria Pencuri Ayam Adu di Tabanan Bali Tewas Dikeroyok Massa
• 23 jam lalu
0
thumb
Perry Warjiyo Mundur dari BI, Istana Tegaskan Surat Tak Singgung Kesehatan
• 7 jam lalu
0
thumb
Persebaya Buka Piala Presiden dengan Kemenangan, Debut Shin Tae-yong Bersama Persija Tercoreng
• 19 jam lalu
0
thumb
Populer: Tarif Tol Bersiap Naik; Samota Disiapkan Jadi KEK
• 12 jam lalu
0
thumb
Sederet Fakta Event Lari di Bali yang Viral Gegara Diduga Tolak Peserta WNI
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.