Jakarta, tvOnenews - Belum teken kontrak tapi sudah resmi diminta, kini, nasibnya sedang di ujung tanduk. Itulah yang dialami Andrea Pirlo. Peluangnya menukangi Timnas Italia tiba-tiba mangkrak.
Mantan gelandang Gli Azzurri, Juventus, AC Milan itu disorot tajam karena menjadi duta merek global Fonbet, perusahaan judi asal Rusia, yang kini memicu evaluasi ketat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Peran tersebut bermula pada Oktober 2025 saat Andrea Pirlo masih melatih United FC di Liga Pro Uni Emirat Arab (UEA).
Sorotan memuncak usai kehadirannya bersama Marco Materazzi di acara promosi Fonbet di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia pada Mei 2026, seperti dikutip dari Reuters.
Pemilik United FC, Sergey Lomakin, membantah memiliki kepentingan finansial di Fonbet. Ia menegaskan bahwa United FC tidak memiliki hubungan dengan perusahaan judi mana pun sekaligus menepis anggapan bahwa kontrak duta merek Pirlo terkait dengan klubnya.
Saat ini, Andrea Pirlo telah resmi menjabat pelatih kepala United FC yang berbasis di Dubai, kompetisi divisi pertama UAE.
Meski pernyataan telah dikeluarkan, peluangnya menakhodai Italia disebut kian mengecil seiring kontroversi yang belum mereda.
Di Italia, iklan perjudian dilarang keras. Keterlibatan Pirlo dengan merek taruhan dipandang berbenturan dengan regulasi ketat tersebut, sehingga peluangnya menangani Gli Azzurri kini berada di ujung tanduk.
Sebelum polemik ini, Pirlo sempat disebut kandidat terdepan setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak.
Namun, dukungan yang muncul juga memicu 'gesekan signifikan' di kalangan politisi, sementara FIGC menimbang langkah selanjutnya.
Di tengah kritik, Andrea Pirlo merilis pernyataan melalui saluran media sosial pada 26 Juli 2026. Ia mengungkapkan kesedihan atas perdebatan yang mengiringi namanya dan kemungkinan melatih timnas Italia.
Pirlo menegaskan bahwa sepanjang kariernya, baik sebagai pemain maupun pelatih, ia selalu menunaikan tugas dengan menghormati hukum negara tempat bekerja dan kontrak yang ditandatangani.
Ia menjelaskan kolaborasinya dengan Fonbet merupakan bagian dari pengalamannya di Uni Emirat Arab dan bersifat "eksklusif komersial dan olahraga".
Pirlo menolak setiap atribusi makna politik atas kerja sama tersebut, karena itu dianggap mengaitkan keyakinan yang tidak pernah ia ekspresikan dan tidak ia miliki.





Komentar (0)