Jakarta,VIVA – Nama Destry Damayanti menjadi sorotan setelah resmi ditetapkan sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI). Penunjukan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 26 Juli 2026 untuk menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.
Keputusan tersebut menempatkan Destry pada posisi strategis untuk memimpin bank sentral selama masa transisi kepemimpinan. Selama menjabat sebagai Pjs Gubernur BI, ia akan mengemban tanggung jawab menjaga kesinambungan kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, hingga memastikan sistem keuangan nasional tetap berjalan dengan baik.
Di balik jabatan tersebut, Destry memiliki perjalanan karier panjang di dunia ekonomi. Pengalamannya membentang dari akademisi, pasar modal, industri perbankan, hingga regulator sektor keuangan, menjadikannya salah satu ekonom senior yang berpengalaman di Indonesia.
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi.
Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Cornell University, New York, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Regional Science. Bidang keilmuan tersebut berfokus pada hubungan antara ekonomi, pembangunan wilayah, investasi, serta kebijakan publik yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya sebagai ekonom.
Mengawali Karier dari Dunia AkademikKarier profesional Destry dimulai sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada periode 2000-2003. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai analisis ekonomi makro serta hubungan ekonomi internasional.
Setelah itu, Destry kembali ke lingkungan akademik dengan menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006. Pengalaman sebagai akademisi memperkuat kapasitas analisisnya sebelum berkiprah lebih luas di sektor keuangan.
Menjadi Kepala Ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank MandiriPerjalanan karier Destry kemudian berlanjut ke industri pasar modal. Ia dipercaya sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas selama periode 2005-2011.
Dalam jabatan tersebut, Destry banyak melakukan analisis terhadap perkembangan inflasi, suku bunga, nilai tukar, hingga kondisi pasar keuangan domestik maupun global.






Komentar (0)