Israel Setujui Masuknya Pasukan Internasional ke Gaza, Berikut Rincian Lengkapnya

republika.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Kabinet Keamanan dan Politik Israel (Kabinet Keamanan) pada Ahad (26/7/2026) menyetujui masuknya Pasukan Stabilitas Internasional yang berada di bawah naungan "Dewan Perdamaian" ke Jalur Gaza.

Dilansir Aljazeera, seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kehadiran pasukan tersebut tetap bergantung pada persetujuan Israel dan harus dilakukan dengan koordinasi penuh bersama militer Israel.

Baca Juga
  • 3 Analisis Ungkap Bagaimana Perang dengan Iran Ubah Perhitungan Kekuatan Amerika Serikat?
  • Apakah China dan Rusia Bantu Iran Serang Pangkalan AS? Ini Kata Media Barat
  • Kabar Gembira untuk Orang Beriman yang Diabadikan dalam Alquran dan Hadis

Pasukan Stabilitas Internasional merupakan salah satu dari empat entitas yang dirancang untuk mengelola Gaza berdasarkan Rencana Trump guna mengakhiri perang dan krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Rencana itu kemudian diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi Nomor 2803 yang disahkan pada 17 November 2025.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Berapa jumlah pasukan dan dari negara mana saja?

Pejabat di kantor Netanyahu menjelaskan bahwa pada tahap awal jumlah pasukan internasional yang akan dikerahkan sekitar 200 personel yang berasal dari negara-negara yang disebut sebagai "negara sahabat".

Sementara itu, stasiun televisi Israel I24 News, mengutip sumber diplomatik Israel, melaporkan bahwa Uganda dan Maroko termasuk di antara negara yang dipertimbangkan untuk berpartisipasi dalam pasukan tersebut.

Sumber diplomatik tersebut menambahkan bahwa Israel akan menentukan sendiri negara-negara yang diizinkan berkontribusi dalam pasukan internasional.

الكابينت الإسرائيلي يوافق على نشر قوات الاستقرار الدولية في قطاع غزة ومكتب نتنياهو يصر على عدم الانسحاب من الخط الأصفر#الأخبار pic.twitter.com/IbHRf8qNiy

— قناة الجزيرة (@AJArabic) July 26, 2026

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Buntut Bentrokan Maut di Matraman, Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Tidak Terpancing Provokasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Perang Iran Jadi Bumerang ke Trump, Dikepung Risiko dari Segala Arah
• 11 jam lalu
0
thumb
[FULL] Kriminolog Analisis Kasus Satpam Tewas Terborgol di Purwakarta, Mengapa Belum Ada Tersangka?
• 13 jam lalu
0
thumb
Foto: Truk Trailer Hantam Rumah dan Kendaraan di Pasuruan, 4 Orang Tewas
• 22 jam lalu
0
thumb
Pram Minta Warga Tak Terprovokasi Usai Bentrok Matraman: Mari Jaga Jakarta
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.