jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menyatakan rehabilitasi mangrove harus terus dilakukan sebagai salah satu cara menjaga kondisi pesisir dan keseimbangan alam.
Legislator di komisi yang membidangi kelautan, pariwisata, kebudayaan, dan perindustrian itu berpendapat penanaman mangrove merupakan upaya penting untuk melindungi kawasan pesisir utara Jakarta dari abrasi.
BACA JUGA: PNM Tanam 22 Ribu Pohon Mangrove di 18 Titik Kawasan Pesisir
Pandapotan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia di Taman Wisata Alam Angke, Kawasan Hutan Produksi Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (26/7/2026).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga hadir dalam momen itu untuk memimpin penanaman mangrove.
BACA JUGA: Hari Mangrove Sedunia, Agung Sedayu Perkuat Komitmen Sejak 2014 demi Rehabilitasi Pesisir Jakarta
“Kami sebagai pencinta alam juga menginginkan pesisir pantai Jakarta ini supaya bisa terkontrol. Maka, kami sangat mendukung penanaman mangrove,” kata Pandapotan.
Taman Wisata Alam Angke berada dalam koridor pesisir yang berdekatan dengan kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK. Menurut Pandapotan, kawasan pesisir membutuhkan perhatian serius karena menghadapi ancaman abrasi dan tekanan perubahan lingkungan.
BACA JUGA: PIK2 Punya Bird Sanctuary, Rumah Berlindung Berbagai Spesies Burung
“Ini salah satu tujuan dan cara kita untuk memelihara alam,” ujarnya.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penanaman mangrove di Jakarta telah mencapai 54.038 bibit di koridor sepanjang 403 meter yang luasnya mencapai 4,10 hektare.
Khusus pada peringatan Hari Mangrove Sedunia, sebanyak 24.310 bibit ditanam secara serentak di lima lokasi pesisir Jakarta.
Total penanaman mangrove sepanjang 2026 pun mencapai 78.348 bibit. Cakupannya mencapai panjang 1.368 meter dan luas 6,68 hektare.
Pandapotan menilai angka tersebut menunjukkan langkah positif Pemprov DKI Jakarta. Namun, dia juga menekankan soal pentingnya penanaman harus diikuti perawatan agar bibit yang ditanam tumbuh dan mampu memberikan manfaat ekologis.
“Kami akan dukung dan akan motivasi terus supaya melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini,” tuturnya.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sektor swasta, komunitas lingkungan, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diperlukan karena pemulihan kawasan pesisir membutuhkan program yang terencana dan berkelanjutan.
Oleh karena itu, Pandapotan juga mendorong kolaborasi pemerintah dengan pelaku usaha dan pengelola kawasan pesisir, termasuk di sekitar PIK yang dikembangkan Agung Sedayu Group. Menurut dia, pertumbuhan kawasan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Selain itu, Pandapotan meminta generasi muda ikut terlibat dalam gerakan pelestarian mangrove.
Menurut dia, keterlibatan pelajar mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus memastikan gerakan pelestarian pesisir terus berlanjut.
“Kami harapkan anak-anak muda, para pelajar supaya ikut bergotong royong dan ikut berbuat menjaga alam kita,” harapnya. (ikl/jpnn.com)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkolaborasi Tanam 1.000 Mangrove di Tanjung Burung, PIK2 Tak Berhenti di Seremoni
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi





Komentar (0)