Kebakaran hutan yang melanda berbagai negara di Eropa terus meluas. Selain Spanyol yang telah menyatakan status darurat nasional, pemerintah Prancis juga mengerahkan pesawat angkut berukuran besar serta sumber daya militer dan sipil untuk membantu upaya pemadaman. Hingga kini, ratusan ribu orang telah dievakuasi, dan banyak di antaranya kehilangan tempat tinggal.
EtIIndonesia.com Asap hitam tebal menyelimuti kawasan permukiman yang luas, sementara banyak rumah dilalap api.
Di wilayah barat Madrid, Spanyol, kebakaran hutan terus berkobar dan mengancam kawasan permukiman yang padat penduduk.
Pada Kamis (23/7) malam, pemerintah mengumumkan status darurat nasional pertama dalam sejarah untuk Komunitas Otonom Madrid dan Provinsi Ávila yang berdekatan.
Menurut laporan, lebih dari 19.000 orang telah dievakuasi dari daerah terdampak. Pemerintah mengerahkan lebih dari 2.000 petugas penyelamat dan 10 pesawat pemadam kebakaran ke lokasi.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan bahwa pemerintah telah meminta bantuan dari negara-negara sekutu di Eropa.
“Hari ini, bantuan dari Yunani dan Italia akan tiba. Selain itu, melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa, lebih dari 100 personel militer Portugal telah disetujui untuk dikerahkan guna membantu memadamkan kebakaran hutan di Provinsi Ávila,” katanya.
Kementerian Lingkungan Hidup Spanyol menyatakan bahwa sepanjang tahun ini telah terjadi 29 kebakaran hutan besar, dengan luas lahan yang terbakar mencapai lima kali lipat rekor tertinggi sebelumnya.
Sementara itu, di wilayah barat daya Prancis, sejumlah kebakaran hutan juga terus terjadi.
Pemerintah setempat telah mengevakuasi sekitar 197.000 orang.
Kawasan wisata terkenal di pesisir Atlantik, Semenanjung Cap Ferret, kini dikepung kobaran api.
Pihak berwenang menyatakan sedikitnya 53 rumah dan satu area perkemahan telah hancur akibat kebakaran.
Pada Sabtu 25 Juli, pemerintah Prancis memerintahkan pengerahan pesawat angkut militer A400M yang mampu membawa 20 ton bahan penghambat api (retardant) untuk membantu mengendalikan kebakaran di Semenanjung Cap Ferret.
Selain itu, kebakaran lain yang pecah pada hari Kamis di dekat kota Biscarrosse, Departemen Landes, juga memaksa lebih dari 23.000 orang mengungsi.
Di beberapa kota kecil, warga terlihat bergotong royong memadamkan titik-titik api yang masih menyala di hutan dan lahan pertanian.
“Rasanya ingin menangis. Sungguh, ini sangat mengerikan. Kami benar-benar tidak lagi mengenali kampung halaman kami. Saya baru saja pergi ke Le Porge. Jalan itu saya lewati setiap hari selama tiga tahun ketika masih bersekolah di SMA. Sekarang saya sama sekali tidak mengenalinya lagi. Semuanya telah hilang. Yang tersisa hanyalah kehampaan dan pemandangan yang porak-poranda,” ujar Luana Pascas, warga Lacanau berusia 20 tahun.
Pada Sabtu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis di platform X bahwa pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya sipil dan militer untuk memadamkan kebakaran, serta menyampaikan terima kasih kepada negara-negara sekutu Eropa atas dukungan berharga yang mereka berikan.
Laporan disusun oleh Tang Li, NTD Television.






Komentar (0)