5 Fakta Bentrok Maut di Menteng Jakpus, Bermula Geber Motor Knalpot Brong-Tiga Terduga Pelaku Diamankan

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Peristiwa mencekam bentrok dua kelompok warga terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, pria berinisial K (23) tewas dan satu pria lainnya berinisial DS mengalami luka-luka.

Melansir dari video yang tersebar di media sosial, dua kelompok warga saling menyerang beberapa di antaranya membahwa kayu dan bambu saat bentrok.

BACA JUGA:Fakta-Fakta Bentrokan di Menteng Jakpus, Berawal Cekcok Dekat Warung Nasi Uduk hingga Satu Orang Tewas

Bahkan gerobak milik pedangang di sekitar lokasi serta rumah dan pagar warga rusak saat peristiwa terjadi

Meski aparat kepolisian bergerak cepat mengendalikan situasi, suasana mencekam juga terjadi pada malam hari ketika sejumlah massa hendak melakukan serangan balasan.

Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan bahwa bentrok dua kelompok massa itu berawal dari perselisihan antara warga dengan oknum yang selama ini menempati tanah kosong.

"Kejadian sekitar pukul 10.00 WIB terjadi perselisihan antara warga dan pihak - pihak oknum yang menempati lahan kosong," ucap Brairel saat dikonfirmasi wartawan.

Perselisihan itu berkembang menjadii bentrok yang tak terhindarkan hingga memicu kepanikan warga sekitar.

BACA JUGA:2 Orang Luka-luka Buntut Bentrokan Dua Kelompok Warga di Menteng, Polisi Buka Suara!

Atas insiden tersebut, pihak polisi menetapkan tiga orang terduga pelaku dalam bentrok yang menewaskan pria di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.

Berikut rangkuman fakta terkait bentrok dua kelompok massa di Menteng Jakarta Pusat.

5 Fakta Bentrok Maut di Menteng Jakarta Pusat 1. Kronologi Bentrok Maut di Menteng Jakpus

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P Hutagalung menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saatdua orang pemuda menggeber motor knalpot brong hingga menimbulkan kebisingan.

Warga sekitar lalu menegur aksi dua pemuda tersebut karena terganggu dengan suara bising yang ditimbulkan.

Alih-alih menyudahi perkara, pemuda tersebut justru tidak terima dan kembali datang ke lokasi membawa lima orang lainnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menag Bicara Perpres soal LGBTQ: Concern Pemerintah Sejalan dengan MUI
• 16 jam lalu
0
thumb
Kabar Duka, Mantan Dubes Indonesia untuk Mesir Bachtiar Aly Tutup Usia
• 8 jam lalu
0
thumb
Tiga Siswa RHIS Berangkat ke Madinah, MRR Berharap Fasih Bahasa Arab dan Memahami Al-Qur’an Tanpa Terjemahan
• 8 jam lalu
0
thumb
PSMS Medan Petik Pelajaran Berharga dari Juara Bertahan Piala Presiden
• 18 jam lalu
0
thumb
ITDP Indonesia Ajak Anak Rancang Kota Impian, Ada Bus Listrik hingga Halte Inklusif
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.