Grid.ID- Kronologi tribun Kejurnas Drift Purwokerto ambruk hingga 75 orang terluka. Insiden ini diduga berawal saat penonton berebut kaus.
Tribun penonton VIP dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikabarkan ambruk pada Minggu (26/7/2026). Salah satu saksi mata yaitu pedagang minuman bernama Sri Maryani mengungkap detik-detik kejadian tersebut.
Dalam keterangannya, Sri yang berjualan tepat di belakang panggung utama, mengatakan suasana semula meriah. Momen itu berubah menjadi kepanikan saat ratusan penonton berdiri untuk berebut marchandise yang dibagikan oleh panitia sekira pukul 14.00 WIB.
"Panggung tepat di depan saya, persis. Saya itu di belakang panggung. Waktu itu lagi bagi-bagi hadiah, penuh isi tribun," ungkap Sri Mariyani dilansir dari Kompas.com.
Sri mengatakan, tribun dipenuhi penonton yang berdiri untuk memperebutkan kaus yang dilempar panitia. Setelah itu, dalam hitungan detik suasana berubah menjadi kepanikan lantaran tribun panggung ambruk dari bagian belakang ke depan.
"Waktu itu bagi-bagi kaus, pada berdiri dan rebutan," ujarnya.
"Dari awalnya teriak-teriak berebut, mereka pada jatuh dan syok. Orang-orang pada teriak dan ngumpul di situ," jelas Sri.
Selain Sri, salah satu penonton yang berada di tribun VIP saat kejadian juga memberikan kesaksian serupa. Dia mengatakan, sejak awal acara dimulai kondisi tribun sudah terasa bergoyang, bahkan saat seluruh peserta dan penonton berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya.
"Saat pembukaan oleh bupati kan menyanyikan Indonesia Raya, semua penonton berdiri, itu saja sudah terasa agak goyang-goyang," ujar Agus.
Agus menjelaskan bahwa tribun yang terdiri dari delapan baris itu akhirnya ambruk saat penonton berdiri untuk berebut hadiah yang dibagikan panitia. Peristiwa ini kemudian menyebabkan sebanyak 75 penonton mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
"Yang ambruk empat row, dari row 1 sampai row 4," tuturnya.
Dalam kronologi tribun Kejurnas Drift Purwokerto ambruk ini, Bupati Banyumas Sudewo Tri Lastiono disebut langsung mengecek kondisi para korban. Sang pejabat disebut datang langsung ke RS Wijayakusuma, RS Elisabeth, RS Orthopaedi, RS Geriatri, RSUD Margono Soekarjo, dan RS Ananda.
"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan seluruh penanganan medis bagi para korban berjalan optimal, sekaligus memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarga," ujar Sadewo.
Melansir dari TribunBanyumas.com, pemkab Banyumas disebut akan membentuk command center agar seluruh informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak simpang siur. Selain itu, Sadewo menegaskan kepada pihak Event Organizer (EO) dan panitia penyelenggara untuk bertanggung jawab terhadap seluruh korban.
Tak hanya memastikan pengobatan maksimal, Pemkab Banyumas juga memberikan perhatian terhadap proses pemulihan fisik maupun psikologis korban pascakejadian. Sadewo menuturkan, pemerintah saat ini akan terus berkoordinasi dengan penyelenggara kegiatan serta berbagai instansi agar kebutuhan panganan korban dapat terpenuhi.
"Kami mencoba berkoordinasi dengan penyelenggara dan instansi terkait agar penanganan medis para korban dapat ditanggung secara tuntas, fokus kita di situ dulu," ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P Silalahi mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab ambruknya tribun dengan mengumpulkan data dan bukti di lokasi kejadian. Petrus juga mengingatkan penyelenggara agar memastikan struktur tribun maupun panggung yang digunakan benar-benar kuat dan aman sehingga kejadian serupa tidak terulang.
"Kami masih melakukan penyelidikan, tadi kami sudah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Petrus.
"Saya pikir ini jangan sampai terjadi lagi. Dari EO juga harus meyakinkan bahwasanya struktur panggung itu memang dalam keadaan kuat," ujarnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)