VIVA – Kontestan Premier League Liverpool mendadak jadi perbincangan para penggemar sepak bola di tengah kesibukan mereka dalam agenda pra-musim.
Bagaimana tidak, gerakan unfollow Instagram massal digaungkan oleh para pendukung setelah Liverpool terang-terangan mempromosikan LGBT+.
Hampir semua klub sepak bola di seluruh dunia kini sedang mempersiapkan skuad untuk musim baru melalui agenda pertandingan uji coba.
Tidak terkecuali Liverpool yang akan menyambut Premier League musim depan di bawah komando pelatih baru Andoni Iraola.
Bermain di Nashville, Amerika Serikat, Liverpool memulai tur pra-musim dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Sunderland, Sabtu (25/7).
Namun sebelum melakoni tur pra-musim ke Amerika Serikat, Liverpool sempat diterpa isu yang kurang menyenangkan yakni gerakan unfollow massal dari para fans.
Sebab Unfollow Massal- Instagram @liverpoolfc
Usut punya usut, gerakan ini datang lantaran akun ofisial Liverpool secara terbuka mempromosikan LGBT+. Mereka bahkan dijadwalkan menggelar parade.
"Besok, kami akan bergabung dalam pawai Pride Liverpool bersama rekan-rekan, pendukung, dan pemangku kepentingan kami. Kami bangga merayakan komunitas LGBT+ di Liverpool dan sekitarnya, memperjuangkan inklusi, dukungan, dan rasa memiliki," tulis akun Instagram @liverpoolfc.
Tidak hanya itu, akun Instagram Liverpool juga mengganti foto profil memakai logo Liver Bird, ikon tim dengan Pride Flag berwarna pelangi yang identik dengan LGBT+.
Hal itu dinilai menegaskan posisi Liverpool yang mendukung LGBT+ dengan alasan menjaga inklusi, representasi, dan keberagaman.
Tak pelak, sikap Liverpool ini mengundang reaksi dari para penggemar. Belakangan, gerakan unfollow massal datang di Instagram klub.
"-1 follover from indonesia," kata @irull.rizky.
"Goodbye Liverpool," ucap @14_suyunov.100k.
"-1 follower from Tanzania," ujar @i_mag99.
"1-follover from Afghanistan," tulis @ilia.jafari9.
"Satu alasan lagi untuk bergabung dengan Arsenal," jelas @iduuno_careless.
Didukung Premier League- REUTERS/Dylan Martinez
Dukungan terhadap komunitas LGBT+ bukan kali pertama dilakukan Liverpool. Sejak beberapa musim terakhir, The Reds cukup aktif menggaungkan gerakan ini.
Lebih jauh, Liverpool bahkan menjual merchandise berbau LGBT+ di semua toko resmi klub yang belakangan memantik pro dan kontra di antara penggemar.






Komentar (0)