Menkes Budi: Layanan Kesehatan Primer Kunci Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan layanan kesehatan primer menjadi kunci agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Masyarakat yang sehat, menurutnya, merupakan modal utama mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.

Pernyataan itu disampaikan Budi saat membuka Leimena Conference 2026 di Jakarta, Senin (27/7/2026). Forum ilmiah ini mengangkat semangat Prof. Dr. Johannes Leimena sebagai pelopor pelayanan kesehatan primer di Indonesia dan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis inovasi dan riset.

Budi mengingatkan Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan bonus demografi. Jika kesempatan itu terlewat, negara berisiko terjebak sebagai negara berpendapatan menengah.

BACA JUGA:John Herdman Bongkar Senjata Rahasia Timnas Indonesia, Bakal Bungkam Kamboja di Piala AFF 2026

“Kita harus memastikan masyarakat tetap sehat agar produktif. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Kesempatan emas ini tidak akan datang dua kali,” ujar Budi.

Ia menekankan strategi pembangunan kesehatan tidak lagi berfokus pada mengobati orang sakit, melainkan menjaga masyarakat tetap sehat melalui layanan kesehatan primer.

“Strategi kesehatan yang benar adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan mengobati orang sakit. Karena masyarakat yang sehat akan mampu bekerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Pemerintah terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui imunisasi, skrining kesehatan, edukasi pola hidup sehat, serta pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini.

Budi juga menyoroti pentingnya transformasi Integrasi Layanan Primer yang mengubah pelayanan kesehatan dari berbasis penyakit menjadi berbasis siklus hidup. Pendekatan ini mencakup pelayanan bagi remaja, usia produktif, hingga lanjut usia, tidak hanya ibu dan balita.

BACA JUGA:Saat Kampung Lama Muncul Kembali Setelah Tenggelam Bertahun-tahun di Waduk Karian Lebak

Ia mengingatkan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pelayanan kesehatan primer. Gagasan Johannes Leimena pada 1951 yang kemudian diwujudkan melalui pengembangan puskesmas pada 1968 bahkan mendahului Deklarasi Alma-Ata 1978.

Menkes mengajak kalangan akademisi dan peneliti menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Riset, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai karya ilmiah semata, tetapi harus menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 19 jam lalu
0
thumb
Dinamika Transformasi Perekonomian Sulsel
• 9 jam lalu
0
thumb
Istana Ungkap Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia
• 7 jam lalu
0
thumb
Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri Setelah Tujuh Tahun Menjabat
• 7 jam lalu
0
thumb
Rusia perpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir tahun
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.