Ringkasan Berita:
- Truk kontainer hilang kendali di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, memicu kecelakaan beruntun di dua lokasi.
- Sebanyak lima orang meninggal dunia, termasuk sopir truk yang sempat terjepit di dalam kabin.
- Enam korban lainnya mengalami luka berat dan ringan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
- Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Polda Jawa Timur.
Pasuruan (beritajatim.com) – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk kontainer terjadi di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2026) pagi. Insiden yang berlangsung dalam rentang waktu sekitar pukul 05.45 hingga 05.52 WIB itu mengakibatkan lima orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, serta menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula ketika truk kontainer melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di depan kawasan pabrik Indofood dekat SPBU, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga menghantam sebuah mobil box diesel.
Benturan keras membuat mobil box terdorong melintasi median jalan sebelum akhirnya menghantam sebuah truk tangki air dan dua sepeda motor yang berada di jalur berlawanan. Rangkaian tabrakan tersebut menjadi titik pertama kecelakaan yang memakan korban jiwa.
Truk kontainer yang belum berhenti kemudian terus melaju hingga memasuki titik kejadian kedua. Kendaraan berbobot besar itu baru berhenti setelah menabrak sekitar tiga hingga lima rumah warga yang berada di sisi timur Jalan Raya Gempol. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari peristiwa yang terjadi di lokasi kedua tersebut, meski kerusakan bangunan cukup parah.
“Di TKP pertama ini kurang lebih ada 4 orang meninggal dunia ditambah satu orang sopir yang baru saja kami lakukan evakuasi. Sementara di titik kedua kendaraan yang menabrak rumah warga tidak ada korban jiwa, namun kami masih mendata jumlah rumah yang terdampak,” ujar Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar Rizqullah Sumirat.
Proses evakuasi sopir truk berlangsung cukup lama karena korban terjepit di dalam kabin yang mengalami kerusakan parah akibat benturan. Petugas gabungan harus bekerja ekstra hati-hati untuk mengeluarkan korban sebelum akhirnya dievakuasi.
Selain lima korban meninggal dunia, polisi juga mencatat enam orang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan. Seluruh korban luka langsung dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ada 6 orang yang masih dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat maupun luka ringan akibat musibah ini. Untuk selanjutnya, penyebab pasti kecelakaan masih terus kita selidiki dan kami mengedepankan scientific crime investigation atau TAA dibantu Polda Jatim,” lanjutnya.
Hingga proses evakuasi berlangsung, jajaran Polres Pasuruan bersama Polsek Gempol, BPBD, PLN, dan sejumlah instansi terkait masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Fokus penanganan tidak hanya pada evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, tetapi juga mengamankan tiang listrik serta material bangunan rumah warga yang roboh agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Proses evakuasi tadi dibantu oleh stakeholder terkait baik dari PLN maupun BPBD untuk mengamankan aset di sekitar lokasi seperti tiang listrik. Nanti jika kondisi sudah benar-benar kondusif dan seluruh kendaraan terevakuasi, kami akan segera melaksanakan olah TKP secara mendalam,” pungkasnya.
Saat ini, Satlantas Polres Pasuruan masih melakukan pendalaman penyebab pasti kecelakaan melalui pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti di lapangan. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Polda Jawa Timur diterjunkan untuk merekonstruksi kronologi kecelakaan secara ilmiah guna memastikan faktor penyebab insiden maut tersebut.
Sementara itu, identitas lengkap seluruh korban meninggal dunia maupun korban luka masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian bersama tim medis. Polisi juga terus menginventarisasi jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat hantaman truk kontainer dalam kecelakaan beruntun tersebut. [ada/beq]





Komentar (0)