JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah petugas dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mendatangi Klinik Mordent di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi ditemukannya Sutrimo meninggal dunia, Senin (27/7/2026).
Kedatangan tim Puslabfor bertujuan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebagai bagian dari penyelidikan kasus tersebut.
Pantauan Kompas.com, lebih dari lima petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.
Baca juga: Klinik Tempat Sutrimo Tewas di Jaksel Sudah Lama Tak Beroperasi
Mereka terlihat melakukan pemeriksaan di area klinik sambil berkoordinasi dengan petugas lainnya.
Sementara itu, kondisi bangunan klinik tampak sudah lama tidak terawat.
Halaman dipenuhi semak liar dan tumpukan daun kering, sedangkan cat pada dinding bangunan terlihat kusam dan mengelupas di sejumlah bagian.
Baca juga: Kronologi Tewasnya Sutrimo di Klinik Jaksel, Sejumlah Kejanggalan Masih Diselidiki
Garis polisi juga masih terpasang di pagar klinik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sutrimo ditemukan meninggal dunia di halaman bangunan tersebut.
Salah seorang warga sekitar, Jon, mengaku tidak mengetahui secara pasti peristiwa yang menimpa Sutrimo. Ia hanya mendapat informasi bahwa ada seorang pria ditemukan meninggal dunia di halaman klinik.
"Jadi saya dapat informasi ada yang meninggal di halaman itu," kata Jon sambil menunjuk ke arah klinik, Senin (27/7/2026).
Baca juga: Misteri Tewasnya Sutrimo di Klinik Jaksel yang Terbengkalai
Jon, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online dan kerap mangkal di sekitar lokasi, mengatakan klinik tersebut sudah lama tidak beroperasi, bahkan sejak masa pandemi Covid-19.
"Saya tahunya memang sudah enggak aktif, sudah enggak beroperasi sudah lama," ungkap dia.
Ia juga mengaku tidak mengenal Sutrimo dan tidak mengetahui apakah masih ada orang yang menghuni bangunan klinik tersebut.
Baca juga: Sutrimo Tewas di Halaman Klinik Jaksel, Awalnya Dikira Pingsan
"Saya tahunya itu sudah lama tutup, enggak ada aktivitas sama sekali," tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)