Perry Warjiyo Mundur dari BI, Dampak Volatilitas Kurs Rupiah Hanya Terbatas

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mendadak mundur dari jabatannya pada Senin (27/7). Keputusan tersebut diprediksi berdampak pada volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam jangka pendek.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi mengatakan pengunduran diri Perry akan berdampak krusial pada beberapa hal. Pertama, depresiasi rupiah yang tertekan hingga Rp 18.000 per dolar AS.

"Pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berpotensi memberikan dampak psikologis dan volatilitas jangka pendek pada market keuangan Indonesia, Rupiah, IHSG, dan pasar SBN," ungkapnya dalam keterangannya, Senin (27/7).

Secara institusional, Rahma menyebut UU Bank Indonesia telah dirancang untuk menjamin independensi bank sentral agar terhindar dari intervensi politik praktis dalam merumuskan kebijakan moneter.

Dia menilai dampaknya pada pasar keuangan di sesi perdagangan hari ini kemungkinan besar akan merespons dengan tingkat kehati-hatian (wait and see) yang tinggi. Menurutnya, pergantian pucuk pimpinan bank sentral di tengah tekanan ekonomi makro dan fluktuasi nilai tukar dapat memicu spekulasi pasar terhadap arah konsistensi kebijakan moneter selanjutnya.

Kendati demikian, Rahma berpendapat langkah cepat pemerintah menunjuk Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI krusial untuk meredam gejolak.

"Keberadaan sosok internal yang selama ini turut merumuskan kebijakan memberikan sinyal kontinuitas dan stabilitas institusional kepada investor domestik maupun asing namun tidak sepenuhnya bisa direspons positif market," jelas Rahma.

Sedangkan pada pasar global, lanjut Rahma, investor asing biasanya memantau ketat aspek kredibilitas dan kesinambungan kebijakan makroekonomi (policy continuity). Reaksi global akan sangat bergantung pada seberapa cepat pemerintah dan otoritas moneter mengomunikasikan stabilitas transisi.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan dalam jangka pendek, dampak pengunduran diri Gubernur BI terhadap nilai tukar rupiah akan relatif terbatas. Faktor yang lebih dominan tetap berasal dari sentimen global, seperti arah kebijakan suku bunga The Fed.

"Pasar akan menilai apakah proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung dengan mulus tanpa mengganggu independensi, kredibilitas, maupun konsistensi kebijakan moneter. Apabila hal tersebut dapat dipertahankan, dampak pengunduran diri gubernur terhadap pasar keuangan maupun nilai tukar rupiah diperkirakan hanya bersifat sementara," ungkapnya.

Yusuf mengatakan, dari sisi domestik, perhatian pasar juga lebih banyak tertuju pada fundamental ekonomi dan arah kebijakan pemerintah, dibandingkan semata-mata pada pergantian pucuk pimpinan BI.

Di sisi lain, penunjukan Destry sebagai pejabat sementara juga memberikan kepastian bagi pasar. Sebab, sosoknya bukan figur baru di BI. Sebagai Deputi Gubernur Senior, menurutnya, Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan. Sebelumnya, ia juga memiliki rekam jejak yang kuat sebagai ekonom.

"Dengan latar belakang tersebut, pasar cenderung melihat proses transisi ini sebagai kelanjutan kebijakan, bukan perubahan yang drastis. Karena itu, respons pelaku pasar terhadap pergantian kepemimpinan ini kemungkinan akan tetap kondusif," jelas Yusuf.

Persepsi investor asing, lanjut dia, akan lebih fokus pada kredibilitas BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan stabilitas sistem keuangan alih-alih siapa yang akan menjabat di pucuk pimpinan.

Selain itu, koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah juga akan menjadi sorotan. Menurut Yusuf, di tengah ketidakpastian ekonomi global, sinergi kebijakan moneter dan fiskal sangat diperlukan, tidak hanya untuk menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Selama koordinasi tersebut tetap terjaga dan arah kebijakan BI konsisten, saya melihat pergantian gubernur tidak akan mengubah kepercayaan investor secara signifikan," tegas Yusuf.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 9 jam lalu
0
thumb
Siapa Pemilik Klinik Mordent Tempat Sutrimo Tewas Mengenaskan? Dikaitkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 8 jam lalu
0
thumb
Harga Komoditas: CPO Turun, Batu Bara hingga Timah Menguat
• 5 jam lalu
0
thumb
Magang yang menemukan arah
• 9 jam lalu
0
thumb
Dokter Muda Tewas Loncat dari Lantai 18 Apartemen di Jaksel, Polisi Dalami Motif
• 22 menit lalu
0
Berhasil disimpan.