Kejutan Timur Tengah, Presiden Suriah Ingin Buka Tali Persahabatan dengan Israel

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah mengupayakan tercapainya perjanjian keamanan dengan Israel. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya barunya untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (27/7/2026), Al-Sharaa mengatakan kesepakatan keamanan berpotensi menjadi pintu masuk menuju perdamaian yang lebih komprehensif antara Suriah dan Israel.

Baca Juga: Serukan 'Balas Dendam', Masjid di Palestina Dibakar Saat Israel Gencarkan Operasi di Tepi Barat

Menurut Al-Sharaa, Suriah juga sedang membangun dukungan internasional agar negara tetangganya itu didorong mengambil kebijakan yang lebih seimbang terhadap Damaskus.

Ia mengatakan sejumlah negara sedang dilibatkan dalam upaya diplomatik tersebut sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Kami sedang berupaya melibatkan banyak negara untuk menekan Israel agar mengadopsi kebijakan yang lebih seimbang terhadap Suriah," ujar Al-Sharaa.

Di saat yang sama, Presiden Suriah menegaskan bahwa pemerintahnya tidak menginginkan konfrontasi militer baru dengan Israel. Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak boleh mengurangi haknya atas wilayah dari Golan.

"Kami menghindari terlibat dalam konfrontasi," tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa sang presiden kini lebih mengedepankan jalur diplomasi dibandingkan pendekatan militer dalam menghadapi hubungan yang selama ini diwarnai ketegangan dengan Tel Aviv.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan dan keutuhan wilayah Suriah.

Ia juga mengkritik tindakan Israel ke Suriah. Menurutnya, negara itu telah melanggar Perjanjian Pemisahan Pasukan tahun 1974.

Baca Juga: Amerika Kehabisan Amunisi untuk Serang Iran? Kini Trump 'Perang' Lewat Gambar AI

"Pelanggaran Israel terhadap perjanjian terkait tidak dapat diterima dan harus dihentikan," tegas Guterres.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ada Demo di Patung Kuda dan Kantor BGN Hari Ini, Waspadai Potensi Kemacetan
• 7 jam lalu
0
thumb
Profil Yan Diomande, Calon Rekrutan Real Madrid Seharga Rp2 Triliun
• 8 jam lalu
0
thumb
Dorong Peningkatan Penerima Beasiswa S2-S3, Putri Sukmaniara Resmi Deklarasikan Maju Jadi Calon Ketua PP PMKRI
• 7 jam lalu
0
thumb
Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri Setelah Tujuh Tahun Menjabat
• 7 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan di Italia, Ratusan Orang Dievakuasi Lewat Jalur Laut
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.