Harga Minyak Merosot 5 Persen, Saham MEDC-ELSA Cs Kena Imbas

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

aham emiten sektor minyak dan gas (migas) bergerak melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring jatuhnya harga minyak dunia lebih dari 5 persen.

Harga Minyak Merosot 5 Persen, Saham MEDC-ELSA Cs Kena Imbas. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) bergerak melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring jatuhnya harga minyak dunia lebih dari 5 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan sementara serangan terhadap Iran, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.53 WIB, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 3,40 persen ke Rp1.280 per unit, sementara PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melemah 1,72 persen ke Rp1.425 per unit.

Baca Juga:
Mundurnya Perry Warjiyo dari Gubernur BI Dikhawatirkan Picu Volatilitas Pasar Jangka Pendek

Kemudian, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) terkoreksi 1,50 persen ke Rp655 per saham dan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) turun 2,03 persen. Sementara itu, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah 0,35 persen.

Di sisi lain, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) justru menguat 2,87 persen dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 0,60 persen.

Baca Juga:
IHSG Turun usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Simak Sederet Saham Pemberat

Harga minyak dunia turun tajam pada Senin (27/7) pagi setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara serangan terhadap Iran usai dua pekan operasi militer.

Langkah tersebut memunculkan harapan adanya solusi diplomatik yang dapat meredakan konflik di Timur Tengah.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Melemah ke 6.185 Usai Gubernur BI Mundur, Mayoritas Sektor di Zona Merah

Kontrak berjangka Brent turun USD5,58 atau 5,77 persen menjadi USD91,20 per barel pada pukul 05.04 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah USD4,91 atau 5,50 persen menjadi USD84,40 per barel.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Minggu bahwa Teheran akan menghentikan serangannya selama AS juga melakukan hal yang sama.

Perkembangan ini terjadi setelah pemerintah AS menghentikan sementara kampanye pengeboman, menyusul masukan para penasihat Presiden Donald Trump yang menilai target serangan mulai menipis dan muncul kekhawatiran terhadap berkurangnya persediaan persenjataan AS.

Setelah 13 malam berturut-turut melancarkan serangan udara ke Iran, Pentagon menghentikan operasi tersebut pada Jumat malam. Tidak ada serangan AS yang dilaporkan terjadi pada Sabtu maupun Minggu.

Iran, yang sebelumnya membalas setiap serangan malam hari AS dengan melancarkan serangan ke negara-negara tetangga yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, juga tercatat tidak melakukan serangan selama dua hari terakhir.

Pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya mengatakan posisi Teheran tetap berpegang pada prinsip "serangan dibalas dengan serangan".

Menurutnya, apabila serangan dihentikan, Iran juga akan menghentikan operasinya. Pesan tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada pemerintah AS.

Di sisi lain, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, mengatakan kepada program Fox News Sunday dan sejumlah media AS bahwa Presiden Trump memutuskan menghentikan sementara serangan untuk memberi ruang bagi upaya diplomasi.

"Dia memberi kesempatan bagi perundingan, memberi sedikit ruang bagi diplomasi," ujar Waltz tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang pejabat AS yang juga meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan para pejabat militer dalam beberapa hari terakhir telah memperingatkan bahwa operasi pengeboman selama dua pekan, yang bertujuan menghalau ancaman Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz, telah menghabiskan sebagian besar daftar target yang sebelumnya telah ditetapkan.

Meski demikian, melanjutkan operasi militer skala besar tetap menjadi salah satu opsi.

Namun, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine secara tertutup memperingatkan Trump bahwa langkah tersebut berisiko karena dapat semakin menguras stok amunisi militer AS, termasuk rudal pencegat yang digunakan sistem pertahanan udara AS di kawasan Timur Tengah.

Kantor Jenderal Dan Caine maupun Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menolak memberikan komentar.

Selama ini, pejabat militer AS memang lazim tidak mengungkapkan nasihat pribadi yang mereka berikan kepada presiden yang sedang menjabat, termasuk dalam kesaksian di Kongres. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
GKR Mangkubumi Terima Anugerah Bintang Semangat Rimba Emas dari Malaysia
• 22 jam lalu
0
thumb
Rogoh Kocek Pribadi Rp340 Juta, Anggota DPR Rajiv Bantu Program Bedah Rumah Warga
• 14 jam lalu
0
thumb
Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Olah TKP Klinik Kecantikan di Jaksel
• 17 jam lalu
0
thumb
Klarifikasi Persija soal Sanksi Shin Tae-yong dari KFA: Bukan 10 Tahun, tapi 1 Tahun?
• 19 jam lalu
0
thumb
Trio Senjata Mematikan Timnas Indonesia untuk Melibas Kamboja di Piala AFF 2026: Segitiga Berbahaya!
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.