Mengapa IHSG Langsung Melemah ke 6.180 Setelah Gubernur BI Mundur?

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasar saham Indonesia langsung membuka pekan dengan tekanan yang mengejutkan. Pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Reaksi investor terlihat sejak awal perdagangan hingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah. Lalu, seberapa besar sentimen tersebut memengaruhi arah pergerakan indeks hari ini?

IHSG memulai perdagangan Senin (27/7/2026) dengan pelemahan ke level 6.180. Tekanan muncul tak lama setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur BI, Perry Warjiyo, yang disampaikan pada pagi hari.

Mengacu pada data RTI Business pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 6.185 sebelum bergerak di kisaran 6.172 hingga 6.188. Pada awal sesi, indeks tercatat turun 15,78 poin atau sekitar 0,25 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan saham pada pembukaan menunjukkan tekanan jual masih mendominasi. Sebanyak 237 emiten berada di zona merah, sementara 185 saham menguat dan 250 lainnya tidak mengalami perubahan harga. Di saat yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp10.868,984 triliun.

Aktivitas transaksi juga berlangsung cukup ramai. Hingga pukul 09.00 WIB, volume perdagangan telah mencapai 652,05 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp359,52 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 72.988 kali.

Dari sisi teknikal, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada dalam fase koreksi. Menurutnya, posisi indeks yang bergerak di bawah garis rata-rata pergerakan MA60 menunjukkan tekanan masih cukup kuat, meski peluang pemulihan jangka pendek mulai terlihat.

“Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.074-6.146. Sementara itu, jika terjadi rebound, indeks berpeluang menguat menuju area 6.198-6.222,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Ia menambahkan, area support yang patut dicermati berada di level 6.111 dan 6.007. Sementara itu, batas resistance diperkirakan berada di kisaran 6.599 hingga 6.705.

Pandangan serupa juga disampaikan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova. Menurutnya, pergerakan IHSG masih dibayangi fase koreksi, tetapi peluang melanjutkan tren kenaikan belum sepenuhnya tertutup selama mampu bertahan di atas area support penting.

“Jika IHSG ditutup di bawah 6.147, koreksi berpotensi berlanjut hingga menguji support 6.074. Namun selama level 6.074 tetap terjaga, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.545,” ujar Ivan.

Ivan memproyeksikan level support IHSG berada di 6.219, 6.146, 6.074, dan 5.971. Sementara target resistance diperkirakan berada di level 6.545, 6.688, hingga 6.835. Pelaku pasar pun diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen domestik dan arah pergerakan teknikal sebelum menentukan langkah investasi berikutnya. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sutrimo Ditemukan Tewas Misterius di Jaksel, Polisi Usut
• 23 jam lalu
0
thumb
Eksklusif: Nyanyikan Ulang
• 7 jam lalu
0
thumb
Eks Jampidsus Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi, Hasto PDI-P: Dulu Saya Taat, meski Itu Kriminalisasi...
• 22 jam lalu
0
thumb
Ciptakan Produktivitas Kawasan Transmigrasi, Kementrans Lepas 1.476 Anggota TEP 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Program Mahkamah Agung Peduli Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Kupang | MA NEWS
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.