JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial AKP P bersama enam anggotanya terkait dugaan keterlibatan kasus peredaran gelap narkotika.
Selain ketujuh personel Polres Tangsel tersebut, tim penyidik juga menangkap seorang anggota Polda Aceh.
"Bahwa benar Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury telah melakukan penangkapan terhadap Kasat Narkoba Polres Tangsel beserta 6 orang anggotanya dan 1 orang anggota Polda Aceh, terkait kasus peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan narkoba serta penyalahgunaan wewenang dalam Gakkum Narkoba," ucap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Baca juga: 18 Pelaku Jaringan Obat Keras dan Narkotika Ditangkap Polres Tangsel
Namun, Eko belum merinci kronologi penangkapan maupun peran masing-masing pihak yang diamankan.
Ia menyebutkan, informasi lengkap mengenai perkara tersebut akan disampaikan dalam rilis resmi Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
"Rilis lengkap akan disampaikan lebih lanjut," ujar dia.
Polisi terlibat peredaran narkoba
Sebelumnya dugaan keterlibatan polisi dalam praktik peredaran narkoba pernah terjadi.
Salah satu yang paling disorot adalah keterlibatan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan eks Kasat Narkoba Polres Bima AKP Maulangi.
Dalam kasus pidana narkotika, Didik ditetapkan sebagai tersangka.
Baca juga: Bareskrim Tangkap Buron Kasus 394 Butir Ekstasi di Riau
Ia diduga memiliki koper berisi narkoba yang ditemukan di kediaman seorang anggota polisi di Tangerang, Banten.
Hermit barang bukti yang diamankan antara lain 16,3 gram narkotika, 49 butir ekstasi dan dua butir sisa pakai, 19 butir alprazolam, dua butir happy five, serta lima gram ketamin.
Selain itu, penyidik juga mengungkap adanya aliran dana sebesar Rp 2,8 miliar yang diduga diterima Didik dari jaringan narkoba tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Komentar (0)