Andi Gani KSPSI Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam Diusut Tuntas

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea turut menyoroti kasus seorang pria berinisial KD di Tabanan, Bali, yang tewas dikeroyok usai dituduh mencuri ayam. Andi Gani meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

"Meminta Kapolres Tabanan dan jajarannya untuk segera menuntaskan masalah hukum ini dan bertindak cepat," kata Andi Gani dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Ia menyebut telah meminta stafnya untuk menemui keluarga KD guna memberikan bantuan pendidikan bagi anaknya yang masih bersekolah. Dia menegaskan tindakan pengeroyokan tersebut tidak dapat dibenarkan.

"Tindakan pencurian merupakan pelanggaran hukum, tetapi pengeroyokan terduga pencuri hingga tewas tersebut juga tidak dapat dibenarkan secara hukum. Kami meminta aparat Polri dapat mencegah aksi balas dendam agar masalah ini tidak menjadi berkepanjangan," jelasnya.

Baca juga: Dinsos Ungkap Pencuri Ayam yang Tewas Dimassa dari Keluarga Tak Mampu

Dilansir detikBali, Minggu (26/7), Perbekel Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, I Made Sutama, turut menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. KD diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua di antaranya masih menempuh pendidikan, dengan anak bungsu yang masih duduk di kelas 1 SD.

"Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Sutama.

Momen pilu putri bungsu KD yang menangisi jenazah ayahnya sempat viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, bocah perempuan tersebut berada di antara kerumunan warga sambil terus memanggil ayahnya yang telah membujur kaku.

Sutama menyebut pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

Meski begitu, Sutama tetap menyesalkan aksi main hakim sendiri yang menewaskan salah satu warganya. Menurutnya, dugaan tindak pidana apa pun seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.

"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," tegas Sutama.

Baca juga: Detik-detik Sebelum Pencuri Ayam di Tabanan Tewas Diamuk Massa




(wnv/isa)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ancang-ancang Kaesang Nyaleg di Jateng Direspons Elite Partai Banteng
• 7 jam lalu
0
thumb
Bank Saqu Himpun DPK Rp8,9 Triliun, Penyaluran Kredit Tumbuh 37,4 Persen hingga Juni 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Polisi Geledah Klinik di Jaksel Tempat Sutrimo Tewas, Bantal hingga Motor Dibawa
• 18 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Don Ritto Angkat Suara
• 21 jam lalu
0
thumb
Komisaris Utama MEDS, Jemmy Kurniawan Lepas 2,68 Juta Saham, Ada Apa?
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.